Tulisan asli berjudul: " Asbábunnashri 'alal-a'dá-i " (اسباب النصر على الاعداء )
Penulis : Abu Umar As-Saif (ابو عمر السيف)
Irak dan Perang Salib,Pelajaran dan Bahan Perenungan.
((Perang Irak hanyalah contoh kasus, akan tetapi pelajaran yang terpenting
adalah perihal sebab-sebab kemenangan dalam jihad,kapanpun dan di
manapun.-pent.))
Segala pujian itu tetap bagi
Allah, robb semesta alam.Sholawat dan salam semoga terlimpah atas pemimpin kaum
mujahidin,yakni nabi kita Muhammad,dan atas keluarganya,serta seluruh
sahabatnya.
Pada hari ini,sesungguhnya Ummat Islam menyaksikan permusuhan
salibis/yahudi kepada Islam dan kaum muslimin di Irak,dimana negara salib
bersekutu-seperti Amerika, Inggris dan yg lainnya- dalam permusuhan
ini,sebagaimana halnya Israel bergabung ke dalam persekuruan kaum
Nasrani,dimana bersekutunya kekuatan Israel di sisi kekuatan Amerika, untuk
menjaga teritorial,dan untuk menutupi kelemahan Amerika dalam perang darat.
Mereka memulai permusuhan mereka atas Irak dengan persaingan
mencari ladang minyak,memporak-porandakan baghdad dan kota-kota lainnya dengan
menggunakan roket/misil dan bom,sehingga banyak yg terbunuh dan luka-luka dari
wanita,orang tua dan anak-anak di rumah-rumah mereka.
Firman Allah ta'ala dalam surat annisa:74~76. "Maka hendaklah
orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan akhirat itu berperang di jalan
Allah.Barangsiapa berperang di jalan Allah lalu ia terbunuh atau menang,maka
akan Kami berikan pahala yang besar.Mengapa kalian tidak berangkat berperang di
jalan Allah (membela) orang-orang lemah dari kalangan laki-laki, wanita dan
anak-anak yang berkata:Wahai Tuhan kami,keluarkanlah kami dari negeri ini yang
zhalim penduduknya,berilah kami pelindung dari sisiMu dan datangkanlah penolong
dari sisiMu. Orang-orang beriman berperang di jalan Allah,sedangkan orang-orang
kafir berperang di jalan thaghut,maka perangilah teman-teman syaitan itu, karena
sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah."
Serangan itu mengarah kepada pejuang Islam dan kaum
muslimin,kemudian mewajibkan penerapan demokrasi yang kufur di kawasan
itu,menjajah Irak dan merampas minyaknya,menguasai kawasan dan mengokohkan
Israel.
Sesungguhnya telah menjadi ijma' ulama akan wajibnya jihad tatkala
orang-orang kafir masuk menyerang negeri kaum muslimin, ia menjadi wajib 'ain
bagi penduduk Irak;dan tetangga (orang yang mampu ke arah) mereka harus
menolong dan membantu mereka dalam memerangi orang-orang yg berkomplot dan
bersekutu itu dari kalangan nasrani,yahudi dan murtaddin.
Maka-mujahidin di jazirah Arab,negeri Syam, Mesir,Turki,dan yang
lainnya dari negeri-negeri kaum muslimin-wajib atas mereka-agar berangkat ke
Irak,untuk menolong dan membantu kaum muslimin di Irak hingga mencukupi
kekuatan untuk menghalau gerombolan/armada kekuatan sekutu itu;yang mana Islam
tidak mengizinkan rakyat Irak di diserang oleh orang-orang kafir sehingga kita
menelantarkan mereka.
Sesungguhnya perang di Irak ini,bukanlah semata-mata membela
Irak,akan tetapi ia adalah perang untuk membela Islam,dan juga melindungi
kalangan nasrani dan yahudi yg diserang.
Telah berkata Syaikh Ibnu Taimiyyah : "Ketika musuh hendak
menyerang kaum muslimin,maka sesungguhnya melawan menjadi kewajiban bagi penduduk yang diserang,juga
bagi mereka di luar mereka wajib menolong mereka..sebagaimana firman Allah:
وإن استنصروكم في الدين فعليكم النصر
(" Jika mereka meminta pertolongan dalam agama,maka wajib bagi
kalian untuk menolong mereka") (al-anfal/8:72).
Menolong mereka adalah wajib dengan segala kemampuan yang
memungkinkan bagi siapapun,dengan dirinya dan hartanya,baik sedikit ataupun
banyak,yg berjalan kaki maupun berkendaraan;sebagaimana yg terjadi pada kaum
muslimin yang diserang oleh musuh saat perang khandak,dimana Allah tidak
mengijinkan seorangpun untuk meninggalkan perang".))
Beliau juga berkata: (("Adapun perang membela diri adalah jenis perang yang paling keras dalam
melawan penyerang kehormatan dan agama;hukum wajibnya telah menjadi ijma'.Tidak
ada yang lebih wajib -setelah iman- dari pada melawan musuh yang menyerang yang merusak agama dan dunia;tidak
disyaratkan apapun,akan tetapi harus dilakukan sesuai kemampuan"))
Sebagaimana wajib atas orang yang memiliki kekuatan yang
memadai--untuk mentarget kekuatan Amerika dan Sekutu yang dikonsentrasikan
di negara-negara tetangga Irak,untuk
menghantam Irak dari pondasinya--sesungguhnya mereka ini datang untuk memerangi
Islam dan kaum muslimin dan takkan ada perjanjian perdamaian.Seruan perjanjian
dengan mereka adalah seperti seruan perjanjian dengan Yahudi untuk memasuki
Palestina.
Sebagaimana perjanjian itu mencakup terbukanya dasar-dasar untuk
menghantam Irak,maka itu termasuk pembatal keislaman,dan ummat tidak boleh
terikat dengan perjanjian itu.Sebagaimana para pejabat negara tak akan mampu
menghilangkan kewajiban jihad,maka وtiada
ketaatan kepada makhluk yang bermaksiat kepada Allah.
Wajib atas para mujahidin di Irak dan ditempat lain untuk
berperilaku dengan akhlak dan perbuatan-perbuatan yang Allah menjadikannya
sebagai sebab untuk meraih kemenangan,dan hendaknya mereka berpegang teguh
dengannya.
Sebab-sebab kemenangan itu adalah:
1.Niat yang ikhlas karena Allah tabároka wata'álá.
Jihad adalah puncaknya Islam dan ibadah paling agung.Tidak boleh
memalingkan ibadah kepada selain Allah.Tidak boleh berperang untuk
kebangsaan,atau untuk kabilah/suku, atau untuk Partai Ba'ts, atau untuk orang
yang telah menolongnya.
((Dari Abu Musa al-Asy'árí
radhiyalláhu 'anhu: Rasulullah
ditanya tentang seseorang yang berperang agar disebut pemberani, berperang
ingin disebut sbagai orang yang bersemangat tinggi, dan berperang karena riya',
yang mana diantara itu semua yang disebut di jalan Allah? Rasulullah menjawab:
مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللّٰهِ هِيَ الْعُلْيا فَهُوَ فِي سَبِيْلِ
اللّٰهِ
"Barang siapa yang berperang
dengan tujuan agar kalimat Allah itu tinggi, maka dia itu di jalan Allah".)).HR Bukhari-Muslim.
Maka wajib bagi seorang muslim agar berjihad untuk meninggikan
kalimat Allah dan menerapkan syariat Islam di muka bumi. Sebagaimana firman
Allah ta'ala:
ولينصرنّ
اللّٰهُ مَن ينصرُهُ إنّ اللّٰهَ لقويٌّ عزيزٌ.الذين إن مكّنّاهم في الأرض أقاموا الصلاةَ
وآتوُا الزكاةَ وأمَرُوا بالمعروف ونَهَوْا عن المنمر ولله عاقبة الأمور
(("Sungguh Allah benar-benar/pasti akan menolong orang yang
menolong (agama)Nya,sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha
Perkasa, yaitu orang-orang yang apabila
Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi
niscaya mereka mendirikan sholat,menunaikan zakat,memerintahkan yang
ma'ruf dan mencegah dari kemungkaran.Dan bagi Allah lah kesudahan segala
urusan".)) (al-hajj(22):40~41)
2.Mentaati Allah dan RasulNya shallalláhu 'alaihi
wasallam,meninggalkan dosa dan maksiat.
Sesungguhnya dosa-dosa adalah sebab terjadinya kekalahan dan
berkuasanya musuh. Sungguh Allah telah berfirman dalam Qs.an-núr(24):55 :
وعد اللّٰه
الذين آمنوا منكم وعملوا الصلحت ليستخلفنّهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكّننّ
لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدّلنّهم من بعد خوفهم أمنا،يعبدونني لا يشركون بي شيئا،ومن
كفر بعد ذلك فأولئك هم الفسقون
(("Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman diantara
kalian dan beramal shalih bahwa Dia
pasti akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan
orang-orang sebelum mereka berkuasa,dan Dia pasti akan meneguhkan bagi mereka
agama mereka yang telah Dia ridhai untuk mereka,dan Dia pasti akan menukar rasa
takut mereka dengan rasa aman.Mereka tetap mengibadahi-Ku, mempersekutukan-Ku
dengan apapaun dan siapapun. Barangsiapa kafir setelah (janji) itu maka mereka itulah orang-orang yang
fasik")).
Para shahabat rodhiyalláhu 'anhum telah merealisasikan iman dan
amal sholih secara sempurna,sehingga mereka mendapatkan kedudukan yang sempurna
di muka bumi.Dan manakala berkurang kadar iman generasi setelah mereka,maka
berkurang pula kedudukan mereka sesuai kadar berkurangnya iman dan amal sholih
mereka.
Allah ta'ala berfirman:
أولمّا
أصابتكم مصيبة قد أصبتم مثليها قلتم أنّى هذا ؟ قل هو من عند أنفسكم،إنّ اللّٰه على
كل شيء قدير
(("Dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (kekalahan pada
perang Uhud) yang padahal kalian telah
menimpakan hal itu dua kali lipat
(kepada musuh-musuh kalian pada perang Badar) kalian berkata: "Dari mana
datangnya(kekalahan)ini?"
Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) diri kalian
sendiri".Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".)) (-áli
'Imrón:165.)
Rasulullah shallalláhu 'alaihi wasallam bersabda:
المُجَاهِدُ
مَنْ جاهَدَ نَفْسَهٌ
(("Mujahid adalah orang yang memerangi keburukan
jiwanya")) HR Tirmidzi dan Ahmad.
3.Memperbanyak dzikir dan doa kepada Allah ta'álá .
4.Tetap teguh (tsabát)
ketika bertemu musuh.
Sesungguhnya berpaling(lari dari medan tempur) pada saat musuh menyerang adalah termasuk
dosa besar. Sebagaimana firman Allah ta'ala:
يأيها
الذين آمنوا إذا لقيتم الذين كفروا زحفا فلا تولّوهم الأدبار.ومن يولّهم يومئذ دبره
إلا متحرّفا لقتال أو متحيّزا إلى فئة فقد باء بغضب من اللّٰه ومأوىه جهنّم،وبئس المصير
(( "Hai orang-orang yang beriman,ketika kalian bertemu orang-orang kafir yang sedang menyerang
kalian,maka janganlah berpaling membelakangi mereka(mundur/lari dari medan
tempur).Barangsiapa berpaling membelakangi mereka pada waktu itu- kecuali berbelok dalam rangka(siasat)perang atau
karena hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain -maka sungguh ia kembali
dengan membawa murka Allah,dan tempatnya adalah Jahannam,amat buruklah tempat kembalinya itu". ))
Rasulullah shallalláhu 'alaihi wasallam bersabda:
"Jauhilah oleh kalian 7 dosa besar yang membinasakan !"
Para shahabat bertanya: "Apa saja hal itu wahai Rasulullah?" Beliau
menjawab: "Menyekutukan Allah,sihir,membunuh jiwa yang Allah
haramkan-tanpa alasan yang benar,memakan harta riba, memakan harta anak yatim,
lari dari pertempuran, dan menuduh sebagai pezina terhadap wanita beriman yang
menjaga kehormatannya".(HR Bukhari-Muslim) .
5.Menyatukan kalimat dan shaff, meninggalkan perdebatan dan
perpecahan.
6.Sabar.
Sebagaimana firman Allah ta'ala dalam Qs.áli 'Imron:200 dan al-anfál:45-46 :
يأيها
الذين آمنوا اصبروا وصابروا ورابطوا واتقوا
اللّٰه لعلكم تفلحون
يأيها
الذين آمنوا إذا لقيتم فئة فاثبتوا واذكروا اللّٰه كثيرا لعلكم تفلخون.وأطيعوا اللّٰه
ورسوله ولا تنازعوا فتفشلوا وتذهب ريحكم واصبروا
إن اللّٰه مع الصبرين.
"Hai orang-orang beriman
bersabarlah,kuatkanlah kesabaran kalian,dan tetaplah bersiap
siaga/ribath (di perbatasan wilayah kalian),dan bertakwalah kepada Allah agar
kalian beruntung"
"Hai orang-orang beriman
jika kalian bertemu pasukan musuh,maka teguhkanlah hati kalian,dan
berdzikirlah kepada Allah
sebanyak-banyaknya agar kalian
beruntung. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya,janganlah saling berbantah-bantahan karena hal itu menyebabkan kalian menjadi
lemah/gentar/pengecut dan hilang kekuatan kalian, dan bersabarlah,sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar".
Di ayat ini Allah memerintahkan para mujahidin atas 5(lima)
hal.Tidaklah kelima-limanya terkumpul pada sebuah pasukan melainkan pasukan itu
pasti akan ditolong/dimenangkan oleh Allah,jikapun pasukan tersebut
sedikit,sedangkan musuh berjumlah banyak;(5 hal itu adalah):
1.Tsabat (tetap
teguh/istiqomah)
2.Banyak dzikir kepada Allah ta'ala
3.Taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya
4.Satunya kalimat dan tiadanya sikap berbantah-bantahan/perdebatan/pertengkaran
omongan,yang mana sikap itu pasti menyebabkan kegentaran/kepengecutan dan
kelemahan.Sikap tersebut adalah tentara
yang menguatkan musuh atas mereka.Akan tetapi sesungguhnya persatuan mereka
adalah ibarat panah-panah yang diikat, tak seorangpun mampu mematahkannya,namun
jika masing-masing dipisah,semuanya dapat dipatahkan.
5.Sabar,yang merupakan inti keempat hal diatas, pilarnya dan
pondasi/penopangnya.
Dengan lima faktor itulah
puncak kemenangan dibangun.Bilamana hilang seluruh faktornya atau
sebagiannya,maka hilang pula kemenangan sesuai dengan kadar kurangnya
faktor-faktor pembangunnya.Ketika terkumpul 5 faktor tersebut,sebagiannya
menguatkan sebagian yang lain,maka hal itu akan memberikan dampak yang sangat
besar terhadap kemenangan.
Para shahabat Nabi,lima hal itu terkumpul pada diri mereka,sehingga
tak ada umat manapun yang mampu mengalahkan mereka,mereka membebaskan dunia sehingga banyak manusia dan
negeri-negeri yang tunduk kepada mereka.Akan tetapi ketika lima faktor itu
terpisah dari generasi berikutnya,maka mereka menjadi generasi yang lemah...lá
haula walá quwwata illá billáh..
7.Tawakkal kepada Allah ta'álá dan membenarkan janjiNya dan
pertolonganNya.
Allah ta'ala berfirman: "Jika Allah menolong kalian maka tak
kan ada yang mengalahkan kalian,tetapi jika Allah menelantarkan kalian maka siapakah yang akan menolong kalian
setelah itu? Maka hanya kepada Allah lah hendaknya orang-orang mukmin itu
bertawakkal" (QS. ali Imran/3:160).
"Tatkala orang-orang mukmin itu melihat pasukan se-kutu,mereka
berkata:Inilah yang dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kita.Benarlah Allah
dan RasulNya.Hal itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan
ketundukan.Diantara mukminin itu ada yang telah menepati janjinya kepada
Allah,maka diantara mereka ada yang gugur,dan diantara mereka ada yang menunggu
nunggu,dan mereka tidak merubah janjinya". >>(QS.al-Ahzáb/33:22~23).
Adapun sikap mendustakan janji Allah dan pertolongan-Nya adalah
termasuk sifat kaum munafik.Sebagaimana firman Allah: "Tetapi kalian(munafikin) menyangka bahwa Rasulullah dan kaum mukminin
tidak akan kembali kepada keluarga mereka selamanya.Syaitan telah menjadikan
baik persangkaan itu dalam hati kalian,dan kalian menyangka dengan persangkaan
yang buruk.Dan kalian telah menjadi kaum yang binasa".>>(QS.al-Fath/48:12).
8.Memotivasi ummat untuk berjihad dan mewaspadai penggembosan jihad
oleh orang-orang kafir dan munafiqin dan dari sikap mereka
melancarkan"perang psikis" kepada kaum muslimin.
Sesungguhnya perang urat syaraf ( psikis/mental/pemikiran) adalah
salah satu senjata penting Amerika dalam memerangi kaum muslimin.Mereka
menyebarkannya melalui media-media mereka dan sekutu-sekutu mereka.
Mereka tidak pernah berhenti menyiarkan berita-berita fitnah,
kebohongan-kebohongan dan klaim-klaim kemenangan mereka.Mereka berlebih-lebihan
dalam memberitakan kerugian kaum muslimin,tapi menyembunyikan kerugian
mereka,menyebarkan berita-berta bohong,dalam rangka melemahkan jiwa/mental kaum
muslimin, dengan mengatakan:
tentara-tentara Islam mulai menyerahkan diri, atau mujahidin
bermoral rendah,atau Irak akan dikuasai dengan tuntas dalam waktu singkat,dan
mengklaim kemenangan akan datang untuk sekutu Amerika dalam perang ini,atau
mengatakan bahwa di sana ada komunikasi dan pesan rahasia dengan sebagian pimpinan
tentara Irak agar menyerahkan diri....dan berita lain yang semacam itu dari
segala macam kebohongan yang disiarkan
oleh media-media Salibis dalam rangka melemahkan mental mujahidin dan kaum
muslimin.
Wajib bagi para mujahidin untuk mewaspadai sebagian pengamat
politik atau militer yang mengatakan hal-hal yang
melemahkan iman,membuat informasi bohong dan menakut-nakuti kaum musliman akan
kekuatan musuh sehingga membuat kaum
muslimin meninggalkan jihad.
Itulah orang-orang yang menakut-nakuti dan merintangi serta
menghambat manusia atas jihad.
Sungguh Allah ta'la telah memperingatkan kita dari mereka dalam
kitab-Nya:
وإن منكم
لمن يبطئنّ
"Sesuungguhnya ada diantara kalian orang-orang yang sangat
berlambat-lambat (ke medan jihad)". (QS.An-nisa:72). Mereka melambatkan
diri mereka sendiri dari berjihad,dan memperlambat serta melemahkan orang lain
dari berangkat menuju jihad.
Alláh ta'ala berfirman:
وقد يعلم
اللّٰه المعوقين منكم والقائلين لإخوانهم هلم إلينا ولا يأتون البأس إلا قليلا.
"Sesungguhnya Allah mengetahui di antara kalian orang-orang
yang merintangi (dari jihad) dan orang-orang yang berkata kepada
saudara-saudara mereka:"marilah bersama kami".Tidaklah mereka
mendatangi peperangan melainkan hanya
sebentar". Qs.Al-ahzab:18.
لئن لم
ينته المنافقون والذين في قلوبهم مرض والمرجفون في المدينة لنغرينّك بهم ثم لا يجاورونك
فيها إلا قليلا
Begitulah gaya musuh-musuh Islam dalam menggoyahkan dan menakut-nakuti kaum muslimin-disamping dengan
kekuatan dan persenjataan mereka- untuk membuat lemah mental kaum muslimin.
Maka Allah ta'ala memerintahkan Nabi agar mentahridh(memotivasi)
umat untuk berjihad dan supaya ummat memiliki keberanian untuk berjihad, dan
menyemangati agar teguh/tsabat, kuat, perkasa dan tegas kpd orang2 kafir dan
mengalahkan mereka.Mereka yg membuat berita2 yg menggoncang/menakut2i ummat
Islam lagi menelantarkan Allah itu
sungguh saling bertentangan diantara mereka dalam pandangan Allah
taala.Mereka menyebarkan desas-desus kebohongan dan berita2 yg menggoncang
untuk melemahkan mental umat Islam,sehingga mereka yg menjadi lemah itu ikut
menjadi musuh kaum muslimin,menolong Amerika dan para sekutunya dalam perang
informasi dan urat syaraf.
Itulah "perang urat syaraf",ia adalah senjata paling
berbahaya,mujahidin wajib waspada darinya (dan memberi perhatian padanya),tidak
boleh lemah oleh perkataan kafirin dan munafikin,dan harus yakin bahwasanya para kuffár tidak akan kuat
menghadapi mujahidin manakala mujahidin istiqomah dengan segala hal yg Allah
perintahkan yaitu ibadah yang Allah menjadikannya sebagai sebab
kemenangan.Sebagaimana firman Allah dalam s.alfath:22~23 :
ولو قاتلكم
الذين كفروا لولّوا الأدبار ثم لا يجدون وليا ولا نصيرا،سنة اللّٰه التي قد خلت من
قبل،ولن تجد لستة اللّٰه تبديلا
"Seandainya orang kafir itu memerangi kalian, pasti mereka
akan lari ke belakang (kalah),sebagai sunnatullah yang telah berlaku sejak
dahulu,dan tak akan kau dapati perubahan pada sunnatullah itu."
Dalam alQuranul Karim,Allah ta'ala mentahridh(memotivasi/membakar
semangat) kaum muslimin,menguatkan azzam mereka,dan memerintahkan agar tsabat
dan punya keberanian dalam menempuh wasilah-wasilah jihad,bersabar atas
musuh-musuh Islam,dan berribath di perbatasan dan waspada terhadap para
penggembos.Sebagaimana firman Allah ta'ala dalam (Qs.Áli'Imron:138~148 .)
Allah menjelaskan dalam( Qs.Ali'Imron/3:138):
هذا بيان
للناس وهدى وموعظة للمتتقين
"Inilah penjelasan bagi manusia, petunjuk dan
pelajaran/nasehat bagi orang-orang yang takut kepada Allah" , sesungguhnya
al-Qurán ini tidaklah bermanfaat nasehat-nasehatnya dan tidak berguna
petunjuk-petunjuknya kecuali bagi orang yg takut kepada Alláh.Maka sesungguhnya
kebenaran itu tampak jelas,tidak ada yg tersembunyi,demikian pula jihád fi
sabílilláh.
Sesungguhnya hukum jihad,bukanlah perkara yang samar,bukan pula
permasalahan yang diperselisihkan, bahkan banyak ayat-ayat al-Quran tentang
jihad sangat mengharuskan hal itu,dan mengancam terhadap orang yang
meninggalkannya.Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa jika musuh
memasuki negeri kaum muslimin maka jihad menjadi fardhu'ain.
Kebanyakan (para ulama) tidak memerlukan kejelasan hukum jihad bagi
mereka,karena ia telah jelas,akan tetapi yang mereka butuhkan adalah hati yang
takut kepada Allah yang mengambil
manfaat dari nasehat dan berpegang teguh kepada petunjuk dan menyambut perintah
al-Qurán untuk berjihad.
Kemudian Allah ta'álá melarang para mujahidin bersikap rapuh dan lemah fisiknya,bersedih
jiwanya, karena kedua sifat itu akan menolong para musuh dalam perang fisik dan
perang urat syaraf.Maka tidak patut bagi kalian berfisik lemah dan bersedih
hati,padahal kalian lebih tinggi derajatnya/kedudukannya (di hadapan musuh)
dengan iman kalian,dengan niat kalian dan dengan tujuan kalian,dan kedudukan
kalian lebih tinggi dengan akhlak dan manhaj kalian.Maka sesungguhnya mukmin
mujahid itu sepatutnya mengawal syiar jihad ini dengan menampilkan 'izzah dan
sikap pemenang terhadap Amerika dan para
sekutunya sehingga tidak takut terhadap kekuatan tentara mereka dan tidak lemah
mental terhadap perang informasi dan urat syaraf yang mereka lancarkan.
إن يمسسكم
قرح فقد مس القوم قرح مثله
{"Jika kalian mendapat luka,sungguh merekapun mendapat luka yg
serupa"} (QS. Áli'Imran/3:140),yakni jika kalian terbunuh dan
terluka,mereka pun tertimpa hal yang sama, maka segala hal yg menimpa kalian di
jalan Allah tidak boleh menjadikan kalian lemah,sebagaimana Allah berfirman
dalam Qs.anNisá:104 :
ولا تهنوا
في ابتغاء القوم،إن تكونوا تألمون فإنهم يألمون كما تألمون،وترجون من اللّٰه مالا يرجون،وكان
الله عليما حكيما
{"Janganlah kalian lemah dalam mengejar mereka,jika kalian
menderita kesakitan maka sungguh mereka pun menderita kesakitan juga sebgaimana
kalian mengalaminya,akan tetapi kalian berharap dari Allah sesuatu yg tidak
mereka harapkan,dan Allah Mengetahui lagi Bijaksana"}
Yakni janganlah kalian lemah dalam mentarget Amerika dan
se-kutu-nya,memerangi mereka,membuntuti mereka dan memburu mereka untuk memburu
mereka.Jika kalian mendapat luka,terbunuh dan beban kesulitan,maka sesungguhnya
Amerika dan sekutunya juga mengalaminya seperti yang kalian alami,akan tetapi
di sisi kalian ada harapan akan pahala dan pertolongan dari Allah yang hal itu tidak ada di sisi Amerka, dan
kalian lebih pantas bersabar atas penderitaan dan beban kesulitan,maka
sesungguhnya iman kepada Allah dan harapan akan pahala dari-Nya adalah sikap
yang agung yang dapat memikul beban penderitaan
(dalam jihad) ini
"Kekuatan iman dan mental" inilah yang dapat menghancurkan Amerika dan
sekutunya,karena mereka hanya bergantung kepada kehidupan dunia dan mereka
takut melewatkannya(takut kehilangan dunia),sehingga sebenarnya mereka tidak
memiliki semangat yang hakiki untuk melanjutkan peperangan.
Kemudian Allah mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan itu
dipergilirkan diantara manusia,maka pada akhirnya kemenangan itu untuk kaum
mukminin.Di waktu yg lain terkadang kemenangan itu diraih orang-orang kafir
pada peristiwa tertentu.Akan tetapi Kesudahan yang baik dan kemenangan di akhir
segala urusan adalah milik kaum mukminin.Ada ketentuan dari Allah dalam hal ini:(Allah
hendak membedakan orang yang beriman dengan kafirin dan munafikin,dan supaya
sebagian kaum mukminin dijadikan sebagai syuhada dan agar Allah menguji
orang-orang beriman dan menghancurkan kaum kafirin.) (QS.Áli 'Imrán/3:140-141.)
Jika dengan ujian dan kekalahan
yang menimpa kaum mukminin pada
peristiwa pertempuran tertentu, dan jika kesudahan yg baik itu untuk kaum
mukminin,maka(dengan segala ujian selama proses peperangan) Allah hendak membedakan mana mukminin dan
mana munafikin.Karena kaum mukminin akan
bersabar dalam kondisi mudah ataupun sulit (suka dan duka),meyakini bahwa sesungguhnya
kemenangan akan mereka raih di akhir perang,sehingga kemenangan musuh di
sebagian pertempuran tertentu atau penguasaan
musuh atas beberapa wilayah tidak
akan menggoyahkan kaum mukminin,akan tetapi mereka menghabiskan waktu dalam
jihad mereka seraya yakin dengan janji Allah dan kemenangan dari-Nya.
Berbeda dengan orang-orang munafik,sesungguhnya ketika mereka
melihat Amerika dan para sekutunya menguasai sejumlah kota,mereka menyangka
bahwa medan tempur itu menentukan dalam perhitungan mereka,karena mereka
mendustai dan meragukan janji Allah. (Itulah hikmah pertama).
Kemudian Allah menjelaskan hikmah kedua dalam firmannya:
("Allah hendak mengambil sebagian kalian sebagai syuhada").
Sesungghnya syahadah adalah pilihan
Allah. Ia takkan tercapai kecuali dengan merealisasikan sebab-sebabnya,yaitu
terbunuhnya mujahid di medan tempur.
Kemudian disebutkan hikmah ke 3 : membersihkan mukminin dengan
digugurkanNya dosa-dosa mereka dan membedakan barisan mereka dari munafikin.
Adapun hikmah ke 4: membinasakan kafirin;karena sesungguhnya kaum
kuffar itu ketika mereka mendapatkan kemenangan yang hanya terbatas pada
kejadian tertentu atau menguasai sejumlah wilayah mereka menjadi zhalim dan melampaui batas
dan bertambahlah kesombongan dan kedurhakaan mereka di muka bumi,hal itu justru
menjadi sebab datangnya hukuman dari Allah dan tumbangnya mereka dan
membersihkan negeri kaum muslimin dari najis kuffar itu.
Itulah sebagian ketentuan dari Allah,yang dengannya muslim
mujahid tambah yakin dengan janji Allah
dan kemenangan dariNya untuk para hamba múkminin."Lemah atau ragu akan
pertolongan Allah tidak merasuk kedalam jiwa mereka" tatkala musuh menang pada peristiwa tertentu
atau menguasai satu kota/negeri ataupun lebih.
Kemudian Allah menyangkal dengan pertanyaaan penyangkalan terhadap
persangkaan akan masuk surga tanpa jihad fí sabilláh dan tanpa sabar terhadap
makar dan ujian didalamnya : "Apakah kalian menyangka akan masuk surga
padahal belum nyata bagi Allah siapa-siapa yang berjihad di antara kalian dan siapa-siapa yang bersabar (dalam berjihad itu) ?" : QS.áli'
Imrán:142.
Telah berkata Ibnu Katsir: "Kalian tidak akan masuk surga
hingga kalian terlebih dahulu diuji,sehingga Allah melihat siapa yang berjihad
di jalanNya dan siapa yang bersabar menghadapi musuh".
Kemudian Allah berfirman(QS.áli'Imran 143): "Sungguh kalian
telah mengharapkan mati(syahid) sebelum kalian menemuinya,(sekarang) sungguh
kalian telah melihatnya dan menyaksikannya".
Yakni: Kalian dulu mengharapkan bertemu musuh dan memeranginya,maka
sekarang sungguh telah nyata apa yang kalian harapkan dan kalian melihat dengan
mata kalian sendiri,maka penuhilah harapan kalian!
Seperti halnya banyak diantara kaum muslimin berharap dibukanya
perbatasan dengan Palestina untuk memerangi Yahudi,maka sesungguhnya Allah
telah merealisasikan harapan mereka,di sini mereka,yahudi dan pelindung
mereka:Amerika,sedang menghancurkan Irak,membunuh orang-orang tua,para wanita
dan anak-anak kaum muslimin.Maka hendaknya kaum muslimin bergerak untuk
berjihad,menolong saudara- saudara mereka dan merealisasikan harapan mereka.
Kemudian Allah menyebutkan satu bentuk dari perang urat
syaraf,yaitu desas-desus terbunuhnya Nabi صلى اللّٰه عليه
وآله وسلم dalam satu peperangan.Dengan sebab rumor
tersebut menjadikan lemah sebagian sahabat Nabi,: "Bukanlah Muhammad itu
kecuali seorang rasul.Sungguh telah berlalu banyak rasul.Maka apabila ia mati
atau terbunuh apakah kalian akan
berbelok ke belakang? Barangsiapa yang berbelok ke belakang maka sedikitpun
tidak akan memudharatkan Allah.Dan Allah akan memberikan balasan baik kepada
orang-orang yang bersyukur" (QS.3:144).
Hal seperti ini di lakukan oleh Amerika dalam peperangan mereka
dengan menyebarkan desas-desus terbunuhnya pemimpin jihad untuk melemahkan psikologis kaum muslimin.
Seorang mujahid tidaklah berperang karena pemimpin,akan tetapi ia
berperang di jalan Allah Yang Maha Hidup Yang Tak Kan Pernah Mati.Kematian
pemimpinnya tak akan mempengaruhinya,karena sesungguhnya ia berperang karena Allah dan menolong
agamaNya,sehingga tidak menjadi lemah jiwanya dan tidak menyerah kepada
musuh,bahkan ia semakin teguh,bersabar dan menguatkan kesabarannya dan
menghabiskan waktunya di jalan-jalan jihad...
Allah ta'ala menjelaskan bahwa seaungguhnya semua ajal itu telah
ditetapkan.Maka ajal tidak bisa menjadi lebih cepat karena keberanian seorang
mujahid,dan tidak bisa diakhirkan karena ogahnya orang munafik.(("Tidaklah
yang bernyawa itu akan mati kecuali dengan izin Allah,sebagai ketetapan yang
telah ditentukan waktunya.Barangsiapa menghendaki balasan dunia maka Kami
berikan padanya balasan dunia itu,dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat
maka kami berikan pula padanya pahala
akhirat itu.Dan Kami akan berikan balasan/pahala kepada orang-orang yang
bersyukur." (QS.3:145) ))
Kemudian Allah mengingatkan para mujahidin muhsinin agar meneladani
sifat tsabat mereka dan kesabaran mereka dan memotivasi setiap mujahid untuk
berperilaku seperti perilaku mereka: (("Berapa banyak dari Nabi yang
berperang bersamanya banyak pengikutnya yang baik,mereka tidak rapuh oleh
musibah yang menimpa mereka di jalan Allah dan tidak lemah dan tidak pula
menyerah(kepada musuh).Allah mencintai orang-orang yang sabar.Tidaklah mereka
berucap kecuali: ' Wahai Tuhan kami,ampunilah dosa-dosa kami dan
tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami,kuatkanlah pendirian
kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir '. Kemudian Allah berikan
mereka pahala dunia dan pahala yang baik di akhirat.Allah mencintai orang-orang
yang berbuat baik.")) (QS.3:146-148.)
Berapa banyak diantara Nabi yang berperang bersamanya sejumlah
pengikutnya yang banyak,tubuh mereka tidak menjadi rapuh karena musibah yang
mereka rasakan di jalan Allah baik kesakitan,pembunuhan ataupun
luka-luka.Mental mereka tidak menjadi lemah oleh perang fisik maupun perang
psikologis.Mereka tak kan pernah tunduk dan merendah kepada musuh-musuh
mereka,dan tak kan pernah menyerah serta tak kan pernah meletakkan senjata.
Sesungguhnya mujahidin itu sangat mengharapkan satu diantara dua
kebaikan yaitu kemenangan atau mati syahid,tidak ada pilihan ke tiga disini.
(("Katakanlah: Apakah kalian (0rang-orang munafik) menunggu sesuatu terjad
kepada kami? Tidak ada yang kalian tunggu bagi kami kecuai satu dari dua
kebaikan.Kami pun menunggu yang akan terjadi pada kalian bahwa Allah akan
menimpakan musibah dengan adzab dari sisinya atau dengan tangan-tangan
kami.Maka tunggulah ! Sesungguhnya kami dan kalian sama-sama
menunggu." (QS.9:52) ))
Kemudian Allah menyebutkan doa mereka,permintaan kemenangan dari
Allah,maka mereka memulainya dengan istighfar atas dosa-dosa,karena dosa-dosa
adalah sebab kekalahan,lalu memohon kepada Allah sifat tsabat ketika bertemu
musuh serta pertolongan/kemenangan atas musuh..Maka Allah berikan kepada mereka
balasan dunia berupa kemenangan dan tamkin(penguasaan wilayah)di muka bumi,dan
yang lainnya, dan juga pahala akhirat berupa kenikmatan yang kekal,sebagai
balasan atas sikap ihsan,kejujuran,dan tsabat mereka,yang mana perang
menghadapi kuffar dan murtaddin tak akan menggoncang mereka,baik perang fisik
maupun perang psikis.
وصلى اللّٰه على نبينا محمد وعلى
آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا .
