Setelah saudara-saudara
Yusuf AS melakukan tipu muslihat dan
membawanya ke luar kota serta melemparkannya ke dalam sumur, ayah mereka, nabi
Ya’kub AS, selalu menangis dan bersedih.
Bertahun-tahun setelah
kejadian itu, nabi Yusuf AS menjadi pejabat tinggi di Mesir. Ia mengundang
saudara-saudaranya untuk datang ke Mesir bersama ayahnya. Kalimat pertama yang
diucapkan nabi Yusuf kepada mereka adalah, “Tuhanku telah berbuat baik padaku
dengan mengeluarkanku dari penjara.”
Nabi Yusuf AS tidak
menyinggung penderitaan beliau tatkala dilemparkan ke dalam sumur, lalu menjadi
pembantu yang diperjualbelikan. Ia tak ingin saudara-saudaranya malu dan
bangkit kembali kenangan pahit masa lalunya. Yusuf lalu berkata, “Setanlah yang
telah mempengaruhi saudara-saudara saya untuk berbuat jahat pada saya dan
melemparkan saya ke dalam sumur, sehingga ayah harus berpisah dengan saya
selama bertahun-tahun. Tetapi Allah yang Maha Suci berfiman bahwa perbuatan
jahat mereka merupakan awal kemuliaan dan kebesaran kami.”
Juga merupakan sebuah
kemuliaan nabi Yusuf AS ketika ia menisbahkan perbuatan jahat itu pada setan
dan menegaskan bahwa sebab utama terjadinya tindak kejahatan itu adalah setan,
sehingga, saudar-saudara beliau tak merasa malu dan memiliki alasan meminta
maaf kepadanya.
Nabi Yusuf AS kemudian
berkata kepada mereka, “Hari ini saya tak akan melakukan balas dendam pada
kalian. Jangan khawatir, saya telah memaafkan semua yang terjadi dan saya juga
memohon kepada Allah agar mengampuni segala kesalahan kalian. Sebab, Dia Maha
Pengasih di antara para pengasih.”
Dikutip dari Belajar
Dari Kisah Kearifan Sahabat.
