Telah disebutkan dalam
kitab "Syadzraat Dzahab Fii Akhbaari Man Dzahaba" karangan Ibnul
Amaad Al-Hanbali juz 1/336, ketika menjelaskan biografinya Khalifah Harun Ar-Rasyid rahimahullah, berikut nukilannya:
Pada suatu hari Ibnu
Samak pernah masuk ke istana Harun Ar-Rasyid, maka Ar-Rasyid meminta untuk dihadirkan air minum untuknya. Berkata Ibnu Samak kepada beliau,
"Wahai amirul mu'minin,demi Allah, saya bertanya kepadamu, jika seandainya engkau terhalangi oleh penyakit dan tidak bisa meminum air ini kecuali harus mengobati terlebih dahulu, berapa dirham akan engkau bayar?" Beliau menjawab, "Dengan setangah kerajaanku".
"Wahai amirul mu'minin,demi Allah, saya bertanya kepadamu, jika seandainya engkau terhalangi oleh penyakit dan tidak bisa meminum air ini kecuali harus mengobati terlebih dahulu, berapa dirham akan engkau bayar?" Beliau menjawab, "Dengan setangah kerajaanku".
Ibnu Samak bertanya
lagi, "Kalau seandainya setelah kamu meminumnya lantas tidak bisa keluar
dari badanmu, berapa banyak akan kamu bayar?"
Beliau menjawab, "Dengan setengahnya lagi dari kekuasaanku".
Ibnu Samak lantas mengatakan kepadanya, "Sungguh kerajaanmu nilainya tidak lebih dari segelas air, oleh karena itu tidak selayaknya untuk saling berlomba-lomba untuk mendapatkanya".
Beliau menjawab, "Dengan setengahnya lagi dari kekuasaanku".
Ibnu Samak lantas mengatakan kepadanya, "Sungguh kerajaanmu nilainya tidak lebih dari segelas air, oleh karena itu tidak selayaknya untuk saling berlomba-lomba untuk mendapatkanya".
Sumber; Mutiara Salaf,
Divisi Ilmiah Darul Wathan
