Salah
seorang lelaki di antara pengikut rasulullah saw bernama Sa’ad. Dia amat miskin
dan termasuk ashab al-shafah; mereka melaksanakan shalat lima waktu di belakang
rasulullah saw.
Rasulullah
saw amat prihatin pada kemiskinan Sa’ad. Suatu hari, beliau saw berjanji
padanya, “Jika saya memiliki harta, maka saya akan mencukupimu.” Setelah
beberapa lama, beliau masih belum memiliki sesuatu dan rasa kasihan rasulullah
atas kemiskinan Sa’ad semakin besar. Saat itu, Jibril datang menemui rasulullah
saw dengan membawa dirham dan berkata, “Allah berfirman, “Kami mengetahui kesedihanmu
atas kemiskinan Sa’ad. Jika engkau ingin agar dia terbebas dari kondisi
tersebut, berikanlah padanya dua dirham untuk dipergunakan jual-beli.”
Rasulullah
saw mengambil dua dirham itu. Tatkala keluar dari rumah dan hendak melaksanakan
shalat Zhuhur, beliau melihat Sa’ad tengah berdiri di dalah satu pintu masjid.
Rasulullah saw bertanya, “Apakah engkau dapat berjual beli?” Sa’ad menjawab,
“Demi Allah, saya tak punya modal.”
Rasulullah
saw memberikan kepadanya dua dirham itu dan bersabda, “Jadikanlah sebagai
modalmu dan lakukanlah jual-beli.” Sa’ad mengambil uang itu lalu masuk ke
masjid. Setelah shalat Zhuhur dan Ashar, dia sibuk mencari rejeki.
Usahanya
yang kian besar menjadikannya tak segera bersiap-siap melaksanakan shalat,
ketika bilal telah mengumandangkan adzan. Sebelumnya, dia biasa bersiap-siap
sebelum adzan dikumandangkan. Rasulullah saw bersabda, “Wahai Sa’ad, engkau
telah disibukkan oleh urusan dunia dan menghalangimu dari menunaikan ibadah.”
Sa’ad
menjawab, “Apa yang harus saya lakukan? Jika saya tinggalkan begitu saja, maka
saya akan mengalami kerugian. Saya berusaha menjual barang-barang ini dan
menerima uangnya, lalu saya pergunakan untuk membeli barang lain.”
Rasulullah
saw sedih tatkala menyaksikan dagangan yang menghalanginya melaksanakan ibadah.
Jibril pun datang menemui beliau dan berkata, “Allah ta’ala berfirman, “Kami
mengetahui kesedihanmu; mana kondisi Sa’ad yang lebih engkau sukai?”
Rasulullah
saw menjawab, “Kondisinya dahulu jauh lebih baik baginya.” Jibril berkata,
“Benar, cenderung pada dunia menjadikan manusia lalai akan akhirat; sekarang
mintalah kembali dua dirham yang pernah engkau berikan kepadanya.”
Rasulullah
saw menemui Sa’ad dan bekata, “Tidakkah engkau akan mengembalikan dua dirham
yang kuberikan padamu?”
Sa’ad
menjawab, “Jika anda menginginkan dua ratus dirham, saya akan memberikannya.”
Rasul saw menjawab, “Tidak, berikanlah dua dirham yang telah engkau
pergunakan.”
Sa’ad
memberikan dua dirham kepada rasulullah saw dan tak lama kemudian kondisi
ekonominya kembali seperti semula.
Dikutip
dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.
