Georgeus
Bukhtisyu, seorang pendeta Nasrani Nestorian adalah dokter pribadi khalifah
Manshur bin Harun Ar-Rasid. Ia mempunyai seorang istri yang sudah tua dengan
wajah yang tidak menarik. Khalifah iba melihatnya. Ia menawarkan tiga orang
perempuan untuk menjadi isterinya. Tetapi tawaran ini ditolah sambil
mengatakan, “Agama saya tidak membolehkan saya mengawini perempuan lain kecuali
jika isteri saya sudah meninggal.”
Dalam
keadaan sakit parah, khalifah menjenguknya dan memerintahkan pengawalnya untuk
membawa dia ke balai kerajaan agar dia
bisa istirahat dengan tenang di sana.
Sebelum
pulang khalifah membujuknya masuk Islam yang akan menjaminnya masuk surga. Sang
pendeta nasrani dengan suara lirih menjawab, “Aku sudah rela bersama keyakinan
dan tempat nenek-moyangku, entah nanti masuk surga atau masuk neraka, aku tidak
peduli.
Khalifah
tertawa kecil tetapi penuh kekaguman atas keyakinannya sekaligus menghargainya.
Dia lalu memberinya biaya pengobatan sepuluh ribu dinar. Ketika beberapa hari
kemudian dia meninggal dunia, khalifah datang lagi untuk memberinya
penghormatan terakhir dan sekali lagi memerintahkan pengawalnya untuk membawa
dia ke makam keluarganya sebagaimana
permintaan dia kepada khalifah menjelang kematiannya.
Dikutip
dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.
