Sultan Alif Arsalan
yang agung tewas di tangan seorang pembunuh. Seorang tawanan tiba-tiba
menyerangnya dengan pisau belati dan menimbulkan luka parah di dadanya. Sultan
yang sedang menghadapi sakaratul maut itu menyampaikan pesan terakhirnya kepada
orang-orang yang ada di sekelilingnya.
“Saat aku masih muda,
aku pernah diberi nasehat oleh seorang guru agar selalu merendahkan diri di
hadapan Allah; tidak mengandalkan kekuatanku sendiri; jangan pernah menganggap
remeh musuh yang paling jahat. Aku telah melalaikan nasehat ini dan aku baru
saja mendapatkan hukumannya. Kemarin, dari sebuah bukit aku melihat besarnya
jumlah tentaraku, kedisiplinan dan semangat mereka. Bumi di bawah telapak
kakiku terasa bergetar dan aku berkata, “Aku raja paling agung dan kesatria
paling tangguh. Tentara-tentara itu kini bukan milikku lagi dan dalam keadaan
percaya diri akan kekuatanku, aku tewas di tangan seorang pembunuh.”
Dikutip dari Belajar
Dari Kisah Kearifan Sahabat.
