Khalifah Abu Bakar
sakit dan tampak ajalnya sudah dekat. Karenanya ia berpikir keras mencari orang
yang akan menggantikannya sebagai khalifah. Putra Abu Bakar sendiri seandainya
ditunjuk niscaya ia akan mampu menjalankan kekhalifahan dengan baik. Sahabat
Ali juga diap dinominasikan –ditinjau dari keilmuan, adab dan perjuangannya, di
samping itu ia juga saudara sepupu dan menantu rasulullah saw. Tetapi khalifah
yang diambang ajal itu mengarahkan perhatiannya kepada Umar. Ia memandang Umar
sebagai calon yang paling mumpuni dalam menjalankan pemerintahan dan diharapkan
akan membela kepentingan rakyat. Akhirnya Umar pun dikukuhkan sebagai khalifah
setelahnya.
Khalifah Abu Bakar
kemudian memanggil putrinya, Aisyah. Ia berkata, “Unta yang biasa digunakan
untuk mengangkut air dan pembantu negro itu adalah aset milik negara. Jubah
yang aku pakai sekarang ini dibeli dengan uang gajiku. Bila aku meninggal,
kembalikan semua ini kepada Umar, penerusku!”
Inilah kisah orang yang
memiliki 40.000 dirham saat ia masuk islam. Saat ia berhijrah, ia hanya
mengantongi uang 5.000 dirham, karena ia telah menyumbangkan sisanya demi
kepentingan Islam. Saat pengiriman ekspedisi ke Tabuk, ia menymbangkan semua
harta miliknya kepada nabi saw.
Dikutip dari Belajar
Dari Kisah Kearifan Sahabat.
