Allah
ta'ala brfirman:
وكذلك جعلنا لكل نبي
عدوا شياطين الإنس والجن يوحى بعضهم الى بعض زخرف القول غرورا ولو شاء ربك ما فعلوه فذرهم وما يفترون.
ولتصغىإليه أفئدة الذين لا يؤمنون بالأخرة وليرضوه وليقترفوا ما هم مقترفون. (
الأنعام :١١٢ـ١١٣
(
"Demikianlah
Kami jadikan bagi tiap Nabi itu musuh dari kalangan manusia dan jin,sebagian
membisikkan kepada sebagian yang lain 'perkataan yang indah-indah' sebagai tipu
muslihat.Jika Tuhanmu menghendaki,niscaya mereka tidak melakukannya,maka
tinggalkan mereka dan apa-apa yang mereka adakan!.
Dan
supaya hati orang-orang yang tidak mengimani akhirat-cenderung pada (perkataan
indah itu),agar mereka senang padanya,dan agar mereka melakukan apa-apa yang
mereka(pembisik)lakukan". ( al-an'am:112-113)
Banyak
orang tertipu oleh simbol-simbol yang
berkilau terang, hati mereka cenderung kepada hal-hal yang menyolok/bombastis
lagi besar/luar biasa dan tampak indah,yang digaungkan oleh banyak negara dan
banyak organisasi.
Orang-orang
yang tidak paham lagi polos tertipu sedemikian rupa oleh
nama-nama/sebutan-sebutan dan sifat-sifat itu yang mana banyak dari
golongan,firqoh dan jamaah disifati dan diberi nama dengan hal-hal seperti
itu(menarik,bombastis, menyolok).Mereka menyukai kelompok-kekompok yang
demikian tanpa memperhatikan hakikat mereka dan hakikat sebutan-sebutannya
dan sifat-sifatnya.
Itulah
sesuatu yang memperdaya mereka dan memoles urusan mereka.Dan betapa banyak
realita kebanyakan mereka menyimpang
dalam minhaj(manhaj) dan membenturkan antara jalan orang-orang mu'min dengan
jalan para pendosa.
Untuk
hal demikian banyak syaitan dari jenis jin dan manusia berprofesi sebagai
pengrajin penghiasan nama/sebutan/istilah,
membesar-besarkan hal-hal yang mencolok dan memolesnya,dan memberikan
sebutan/julukan/nama yang tidak sesuai dengan hakikat(kenyataan)nya untuk
menyimpangkan para pengikut mereka dari jalan kebenaran dan memalingkan mereka
dari manhaj.
Tipuan memberi sebutan terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan hakikatnya merupakan 'sunnah iblisiyyah' dan 'thoriqoh
syaithoniyyah',karena sesungguhnya oknum pertama yang memperindah/memoles
nama-nama dan bermain-main dengannya dalam rangka menutupi kebenaran dan menipu
manusia adalah:iblis.Si iblis itulah pemilik jalan dan metode ini tatkala ia menamakan 'pohon pengusiran
dan larangan' dengan istilah 'pohon kekekalan (khuldi)' dan 'kerajaan yang tak
akan binasa',untuk memperdaya bapak kita- Nabi Adam عليه السلام..
Dan
pengikut iblis berada di atas metode ini,dan ditempuh pula oleh orang-orang
munafik dan musuh-musuh syariat.
Sungguh
Allah 'Azza waJalla telah mengingatkan bahwa orang munafik pun mempraktekkan
permainan buruk ini sejak dahulu,dan sesungguhnya mereka itu "ketika dikatakan kepada mereka:
janganlah membuat kerusakan di muka bumi,mereka mnjawab:sesungguhnya kami
adalah orang-orang melakukan perbaikan (al-baqoroh:11)"
((وإذا قيل لهم لاتفسدوا في لأرض قالوا إنما نحن مصلحون)),di ayat ini mereka (orang munafik)
menyebut perusakan sebagai perbaikan.
Allah ta'ala berfirman:
ألم تر إلى الذين يزعمون
أنهم آمنوا بما أنزل إليك وما أنزل من
قبلك يريدون أن يتحاكموا إلى الطاغوت وقد أمروا أن يكفروا به، ويريد الشيطن أن
يضلهم ضلالا بعيدا (٦٠) وإذا قيل لهم تعالوا
إلى ما أنزل اللّٰه وإلى الرسول رأيت المنفقين يصدون عنك صدودا (٦١) فكيف إذا أصابتهم مصيبة بما قدمت أيديهم ثم
جاءوك يحلفون بالله إن أردنا إلا إحسانا وتوفيقا (٦٢(
"
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka beriman kepada
apa yg diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka
hendak berhakim/bertahakum kepada thoghut,padahal mereka diperintah untuk
mengingkarinya.Sedangkan syaitan hendak menyesatkan mereka dengan penyesatan yang
sejauh-jauhnya.
Ketika
dikatakan kepada mereka: ' Marilah (tunduk)
kepada (ketentuan) yang Allah turunkan dan kepada (keputusan) rasul ',
niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) sekuat-kuatnya
dari (mendekati) kamu.
Maka
bagaimana jika mereka ditimpa musibah yang disebabkan oleh perbuatan tangan
mereka sendiri,kemudian mereka mendatangi kamu seraya bersumpah dengan nama
Allah: ' tidaklah kami menghendaki kecuali kebaikan(ihsan) dan perdamaian yang sempurna (taufiq)'. "
(an-nisa:60~62)
Di
ayat ini,bertahakum kepada thaghut mereka sebut sebagai 'ihsan' dan 'taufiq'
!!
Begitulah
kebiasaan setiap thaghut dan orang yang menempuh jalan mereka.Mereka menjadikan
kekufuran mereka dan ateisme mereka sebagai keimanan dan kebaikan.Mereka
menyifati penyimpangan dan perusakan yang mereka lakukan sebagai perbaikan dan
bimbingan kesadaran.Perbuatan teror dan penghinaan mereka (kepada mu'minin)
mereka menyebutnya "untuk beribadah kepada Allah dengan aman dan melayani
masyarakat !! "
Dan
sebaliknya, mereka mensifati jihad para
muwahhidin dengan sebutan ''perbuatan destruktif, mengganggu keamanan dan
terorisme !! "
Dulu,Fir'aun
berkata terkait nabi Musa dan da'wahnya:
إني أخاف أن يبدل دينكم
أو أن يظهر في الأرض الفساد (غافر :٢٦(
"
Sungguh aku khawatir dia (Musa) akan mengganti agama kalian atau menimbulkan
kerusakan di muka bumi ".(al-mümin:26)
Begitu
pula,mereka mempercantik istilah 'riba',menyebutnya dengan sebutan yang baru
seperti: "keuntungan dan imbalan" untuk mengesahkan praktek
riba.Demikian juga 'khamr',mereka menyebutnya "minuman yang menenangkan
jiwa" .
Dan
(dikatakan) dalam hadits shahih:
يَشربُ ناسٌ مِن أمّتي
الخمرَ يُسَمُّونَها بِغيرِ إسْمِها
"Nanti
manusia dari kalangan ummatku akan meminum khamr yang mereka namakan bukan
dengan namanya."
Kita menyaksikan di zaman kita banyak diantara jama'ah-jamaah,
kelompok-kelompok,dan golongan-golongan yg menempuh jalan ini (yakni
memoles,mempercantik sebutan) untuk menyebarkan
bid'ah mereka.
Dengan
dakwaan loyalitas dan cinta kepada ahlul bait,dengan penamaan yang luar biasa
lagi diperindah ini syiah rafidhah
menyebarkan kebatilan mereka yang parah, mereka berkicautentang perubahan Al-Qurán,menikam
kehormatan istri-istri Nabi صلّى اللّٰه عليه وسلّم,dan mengkafirkan mayoritas shahabat
Nabi.Semua itu dilakukan atas nama cinta ahlul bait dan dengan dakwaan
loyalitas dan membela ahlul bait !!
Dan
diantara kelompok yang ada,terhadap akidah kufur yg tegak atas keyakinan menyatunya
Allah dengan mahluk (al-ittihad wal hulul) mereka menyebutnya sebagai tauhid.
Ada
diantara mereka yg menjadikan penafian sifat-sifat Allah sebagai hiburan untuk
menyebarkan kebatilan mereka.
Diantara
para intelektual sesat di zaman kita banyak yang menamakan dan mensifati
demokrasi sebagai syuro,demi untuk menyebarkan demokrasi tersebut kepada
orang-orang awwam kaum muslimin dan menyesatkan mereka !!
Terhadap
para pemimpin negara yang murtad dan para thaghut kufur,diantara mereka ada yang
mensifati dan menyebutnya sebagai ulil amri
supaya manusia menjadi taat dan memasarkan loyalitas kepada mereka..
Terhadap
para da'i tauhid dan mujahidin yang keluar menentang thaghut kufur mereka
menyebutnya takfiriyyin dan
khawarij.Akan tetapi terhadap manhaj mereka sendiri yg telungkup
(melempem) terhadap thaghut mereka menyebutnya
"manhaj salaf yang sesuai atsar",sebagai pelarian dari da'wah tauhid
dan sebagai keinginan diterima(diakui) oleh thaghut !!
Banyak para punggawa berbagai negara
menganggap layak manhaj tersebut dan memanfaatkannya; hingga saya terkejut
dengan keberanian seorang jaksa tinggi di saluran telepon-dia mencaci maki
agamaku dan akidahku dengan kata-kata yg paling keji,kemudian ia sering menyela
pembicaraan dan ia melihat perubahan wajahku seraya berkata: "Saya tidak
mencela akidah dan agama ysng shahih,akan tetapi saya mencela agama kamu!..kamu
!!..Kamu!..agamamu bukan agama yg shahih ! Kamu orang zindiq !! "
Seandainya
permainan ini bermanfaat baginya, tentu bermanfaat untuk orang yang
menerimanya,yakni syaikhnya: iblis.
Seharusnya ia dan juga pencari kebenaran tidak
mudah percaya begitu saja terhadap polesan-polesan/hiasan istilah dan
sebutan/julukan hingga ia memperhatikan "hakikatnya", hendaknya tidak
terperdaya oleh hal-hal yang luar biasa
hingga ia memperhatikan "apa-apa
di balik itu",berpatokan pada "hakikatnya-bukan namanya",
pada "substansinya-bukan bentuknya" ,dengan timbangan
syara',timbangan tauhid,yg mana kita membedakannya dari timbangan lain yang
merintangi.Dan hendaknya hatinya tidak
cenderung terhadap hiasan-hiasan itu
atau senang terhadapnya.. dan untuk itu
hendaknya tetap istiqomah dalam kesungguhan, tidak menyimpang atau
mencampur adukkan manhaj atasnya.
Maka,pelajaran(i'tibar)
itu tidaklah didapati dengan melihat nama dan
bentuk.Akan
tetapi pelajaran itu diperoleh hanyalah dengan memperhatikan hakikat (realita yang
sebenar-benarnya) dan substansi
(isi/karakteristik yang sesungguhnya)
Abu Muhammad Al-Maqdisi
Jumadil
Akhiroh 1422
