Setelah
Abu Bakar ra terpilih menjadi khalifah, ia naik ke atas mimbar dan menyampaikan
pidato pengukuhan.
“Kini
sungguh aku benar-benar ditempatkan dalam otoritas ini, meski aku enggan untuk
menerimanya. Demi Allah, sungguh aku akan merasa bahagia seandainya salah
seorang di antara kalian ada yang bersedia menggantikan kedudukanku ini. Aku
hanyalah makhluk yang mengenal salah dan alpa, bila kalian melihatku menyimpang
dari kebenaran, maka luruskanlah aku.”
“Ketahuilah
wahai rakyatku! Bahwa ketakwaan adalah kebajikan yang paling kuat. Sedangkan
kejahatan yang paling keji adalah yang berlawanan dengan ketakwaan itu.
Sungguh, orang yang paling keji adalah yang berlawanan dengan ketakwaan.
Sungguh, orang yang paling kuat di antara kalian adalah orang yang paling lemah
di hadapanku, karena aku akan menuntut apa yang sudah menjadi kewajibannya.
Orang yang paling lemah di antara kalian adalah orang yang kuat di hadapanku,
karena aku akan memberinya apa yang akan menjadi hak mereka. Kiranya, inilah
yang dapat aku sampaikan kali ini. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya padaku
dan kalian semua.”
Dikutip
dari Belajar Dari Kisah Kearifan Sahabat.