Laa tahzan Janganlah sedih (Don't
be Sad)
walaa takhaaf... dan janganlah
takut... Mengadulah Pada Kekasihmu...!
Saudara saudara kaum muslimin
rahimakumullah
Allahu akbar, Allah Maha Besar,
Tidak ada Tuhan selain Allah dan tiada Dzat yang disembah kecuali hanya kepada
NYA.
Alhamdulillah, kita panjatkan
puji hanya kepada-Nya, Karena segala keutamaan, kemuliaan dan kebaikan adalah
milik-Nya. Selain Allah adalah makhluq ciptaan-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dialah Sang Maha Pencitpta, Penguasa Alam semesta yang menggenggam segala
makhluk ciptaan-Nya.
Tidak ada daya dan upaya
melainkan semuanya hanya dari Allah.
Saudara saudara kaum muslimin
rahimakumullah
Gema takbir yang menunjukkan
keagungan Allah akan tetap abadi, dan akan selalu nampak terbaca dan terasa
pada setiap lembaran sejarah, tersurat pada setiap fenomena yang bicara tanpa
aksara dan kata kata, tetapi sarat dengan makna, sekalipun orang orang kafir
dan dzalim mengingkarinya.
An Indonesian tsunami survivor
prays during the Eid Al-Adha at the Baiturrahman grand mosque in Banda
Aceh.(AFP/Kazuhiro Nogi)Gema takbir akan merontokan pilar pilar keangkuhan dan menghancurkan
stiap bentuk kedzaliman. Kesombongan science dan teknologi ternyata tidak
berdaya berhadapan dengan percikan keagungan-Nya. Diakui atau tidak
kenyataannya memaksa dia tunduk dan bertekuk lutut mengakui betapa besar dan
agung kekuasaan-Nya.
Di hari Iedul Adha ini mari kita
sejenak merenung terhadap berbagai peristiwa dahsyat yang erjadi mengiringi
awal abad milenium ketiga ini.
Di beberapa negeri, banyak gunung
gunung meletus, lahar panas melindas apa dan siapa saja tanpa ampun. Seolah
olah manunjukkan kemurkaannya terhadap manusia yang selalu membuat dosa.
Sementara di tempat lain, air bah
melanda kampung, sawah dan ladang, membawa korban jiwa dan harta. Bumi pun
berkali kali bergoncang dengan guncangan dahsyat yang hanya dengan hitungan detik
saja mampu meluluh lantakan apa dan siapa saja, termasuk kota kebanggaan pusat
teknologi rancang bangun anti gempa yang sangat dibanggakan pun pernah hancur
luluh dalam hitungan detik saja.
Kini gelombang laut Tsunamipun
ikut menunjukkan kemurkaannya naik ke darat hingga setinggi 5 sampai 30 meter
kemudian menyeret,menghempaskan dan menghancurkan apa saja yang ada di
permukaan tanah. Seperti yang kita saksikan beberapa pekan yang lalu di Aceh
dan Sumatera Utara, bahkan melanda Thaialnd, Srilangka, India, sampai ke
Afrika.
Puluhan ribu mayat bergelimpangan
menjadi korban dan entah berapa trilirun harta benda hancur luluh di telan dan
di gulung gelombang Tsunami. Kita dibuatnya terperangah dan tak berdaya betapa
dahsyatnya kuasa Allah.
Allahu Akbar!!
• INDONESIA MENANGIS, hiruk pikuk
kota dan desa menjadi sunyi, tangis duka menyayat nyayat hati, jerit tangis
anak kehilangan ibu dan ayahnya, suami kehilangan isteri dan seluruh
keluarganya, pilu, sedih, ketakutan dan histeris, mengharu biru menjadi satu.
• Bendera setengah tiang
dikibarkan, do’a dan ratapan, tangis duka penuh harapan menggema, lagu-lagu
sendu dan lantunan duka mengalun setiap waktu, Ebit pun turut bersenandung :
“ Mengapa di tanahku terjadi
bencana, mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan
bangga dengan dengan dosa-dosa …”
Astaghfirullahal ‘adzim,
astaghfirullahal ‘adzim. . . . .
Saudara-sudaraku kaum muslimin
rahimakumullah !
Mungkin ada benarnya mengapa
Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang menurunkan bencana ini. Ternyata memang
benar, masih banyak prilaku kita yang arogan, sombong dan maksiat. Agama (
Islam ) di tepiskan dan nafsu yang di kedepankan, penumpahan darah antar sesama
manusia terjadi setiap saat, nyawa manusia menjadi sangat murah, perjudian,
perampokan terjadi dimana-mana, pemerasan dan penindasan terhadap yang lemah
disana-sini. Gelaktawa orang menari diatas penderitaan orang lain makin nyaring
terdengar. Sementara disisi lain kaum sekuler yang materialistic dan hedonistic
masih lantang menyuarakan tuntutan kebebasan, bebas dari norma dan agama,
akibatnya muncul budya urakan, pergaulan bebas ( free sex ), berpakaian seronok
mengumbar aurat setengah telanjang, alkohol dan narkoba pun marak dikota dan
didesa, pornografi dan pornoaksi seolah-olh menjadi perangkat dan lambang
kehidupan modern.
Belum lagi gaya hidup yang
serakah dan tamak menjadi dorongan melakukan tindakan tidak punya malu, anehnya
justru di lakukan oleh petiggi Negara, kalangan intelektual dan orang-orang
“terhormat”yang sebenarnya sudah lebih dari cukup, sehingga Indonesia kini
punya julukan baru Negara terkorup no 2 di dunia, dan kejahatan lain yang tidak
mungkin di ungkap satu persatu di sini.
imageMungkin karena itu Allah
menjadi murka kepada kita, berubi-ubi kita dihantam bencana, silih bergani
tidak ada henti-hentinya, masihkah gelombang tsunami yang dahsyat ini belum
menyadarkan kita semua untuk segera bertobat? Apakah kita menunggu tsunami yang
lebih dahsyat lagi, yang akan menenggelamkan kita semua ? Na’udzu billahi min
dzalik !
Saudara-saudaraku kaum muslimin
rahimakumullah !
Mari kita istighfar, jadikan
pristiwa demi perisiwa, bencana demi bencana menjadi pelajaran yang berharga
bagi keselamatan kita semua dari murka Allah subhanahu wata’ala. Sekalipun kali
ini bencana itu menimpa Aceh dan Sumut tetapi hakikatnya adalah peringatan
untuk kita semua bangsa Indonesia dan bahkan peringatan untuk semua orang di
muka bumi ini agar tidak takabbur dan melakukan kedzaliman dengan semena-mena.
Dan ingat bencana , adzab yang berupa gempa, tsunami, badai dan sebagainya bisa
menimpa siapa saja, bagsa apapun di dunia ini, kapan saja bila Allah
menghendaki.
Tapi mengapa bencana itu menimpa
Aceh yang di kenal dengan Negeri Serambi Mekkah ? Kita mencoba menguak mesteri
ini dengan mencari cari jawabannya, mungkin perilaku masyarakat Aceh yang belum
sesuai dengan namanya sebagai negeri serambi Mekkah,mungkin masih banyak
perilaku umatnya yang menyimpang dari syareat agamanya, kemusyrikan
misalnya,atau kemunafikan dan kemaksiatan dan lain sebagainya. Tetapi yang
jelas, jika Allah menurunkan bencana, maka tidak hanya menimpa orang-orang yang
jahat dan dzolim saja, semua akan terkena, hanya Allah akan tetap membedakan
dan memisahkan berdasarkan kepada keadaan hati (iman) dan amalnya.
Maka bencana gelombang tsunami
yang menimpa Aceh dan Sumatra Utara mengandung hikmah antara lain :
a. Sebagai peringatan bagi yang
hidup agar menjadi pelajaran supaya manusia menjadi sadar dan kembali kepada (
ajaran ) Allah dengan bertaubat, tunduk dan patuh pada kehendak Allah yakni
melaksanakan syari’at Islam agamanya, menjauhi dan menghentikan segala
kejahatan dan kedzaliman yang membuat kerusakan di muka bumi.
b. Percepatan masuk ke dalam
syurga bagi orang-orang yang beriman, ikhlas, dan ridho kepada-Nya, orang-orang
yang ahli ibadah, tulus hatinya dan baik amalnya, karena mereka masuk dalam
kategori syhuhada’ yakni meninggal karena benturan ( keruntuhan ) benda keras
atau mati karena tenggelam. Justru mereka lebih bahagia sebab telah dibebaskan
dari carut-marut dan kesusahan dunia. Dan suatu kemuliaan bagi mereka karena
ketika maut datang sebelumnya telah ditunjukkan kepadanya syurga yang indah
penuh kebahagiaan sebagai tempat kembalinya, sehingga mereka amat sangat
gembiranya dan bebas dari rasa takut. Kemudian mereka tidak merasakan sakit
ketika di cabut nyawanya kecuali hanya seperti di gigit semut belaka, kemudian
beserta tetesan darah pertama yang mengalir di ampuni dan diangkatlah segala
dosa-dosanya.
c. Merupakan ADZAB dan malapetaka
bagi mereka yang kufur, sombong dan dzalim, karena mereka telah disiksa
terlebih dahulu sebelum mereka di adzab didalam kubur dan di neraka.
d. Bagi mereka yang selamat
tetapi mereka kehilangan orang-orang yang di cintai, harta benda, dan
lain-lain, semua tidak akan sia-sia di sisi Allah, semua akan menjadi pembersih
dari segala dosa dan dilimpahkan pahala sesuai dengan duka dan derita yang
dialaminya, mulia di sisi Allah dan insya Allah semua yang hilang akan di ganti
oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan ganti yang lebih baik, baik di dunia
maupun di akhirat kelak. Tentu saja syaratnya bila mereka beriman dan ridho
atas segala cobaan yang menimpanya.
e. Peristiwa yang amat dahsyat
itu menjadi ujian bagi kita sebagai sesama muslim sejauh dimana kita memiliki
kepekaan ukhuwwah ( solidaritas ) sesama muslim dan sekaligus membei kesempatan
beramal dan berbuat untuk menolong dan membantu saudara-saudara kita yang
sedang di timpa musibah tersebut. Semoga Allah memasukkan mereka yang syahid ke
dalam syurga, di terima amal baiknya dan di ampuni segala dosanya. Amin.
Terhadap mereka yang selamat
semoga Allah memantapkan imannya, di tabahkan hatinya dan segera menggatikan
sesuatu yang hilang dengan yang lebih baik. Amin ya robbal ‘alamin.
Saudara-saudaraku kaum muslimin
rahimakumullah !
Melewati khutbah Idul Adha ini
mari sejenak kita merenung dan tafakur, kita mengevaluasi diri terhadap semua
peristiwa yang terjadi hendaknya menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga,
khususnya kita sebagai umat Islam yang belum dapat membuktikan bahwa Islam
adalah agama yang semestinya mampu memberikan kontribusi positif terhadap
krisis peradaban. Islam adalah agama yang bisa membawa arah dan corak kehidupan
yang rahmatan lil ‘alamin. Tetapi kenyataan masih terus -menerus di timpa
kerendhan dan kehinaan. Tentu saja ada yang tidak pas pada kita dalam
melaksanakannya.
Saudaraku kaum muslimin
rahimakumullah !
Sebenarnnya kita mempunyai aqidah
dan qaidah hidup dengan prinsip-prinsip hidup yang jelas. Islam agama yang di
turunkan Allah untuk seluruh umat dan segala bangsa, agama lngkap dan sempurna
mencakup segala aspek hidup, baik aqidah, ubudiyah maupun ijtima’iyyah. Dan
dalam hal ini Allah memerintahkan agar kita melaksanakan Islam secara kaaffah
(keseluruhan ) tidak sepotong-sepotong. Sebagaimana firman Nya;
Artinya ; “Hai orang-orang yang
beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu
turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
( Al-Baqarah : 208 )
Satu hal yang sangat prinsipil
dan merupakan pilar tegaknya Islam telah lama di tinggalkan yang menjadi sebab
hilang sibghoh dan wijhah (warna dan arah) yaitu sistem dan pola hidup ber
jama’ah dan ber imamah.
Aqidah yang kuat dan qaidah Islam
yang benar pasti akan melahirkan pola hidup berjama’ah dan berimamah. Itu pola
dan fitrah kita sebagai muslim, teladan sunnah dan pola nubuwwah. Sistem dan
pola yang telah ditempuh dan dijalankan oleh para Anbiya dan Auliya.
Selama umat Islam di seluruh
dunia idak merupakan umat jama’ah dan imamah, selama itu pula mereka hanya
menjadi objek permainan orang, mutunya lenyap, nilainya enteng, harga dirinya
rendah, pribadinya murah !
Kaum anti Islam selalu beruaha
sejak dulu agar umat Islam tidak bersatu, dengan segala daya dan dana agar umat
Islam tidak mewujudkan kesatuan jama’ah dan kesatuan imamah.
Mereka tidak rela jika Islam kuat
dan bersatu, mereka ketakutan berlebihan terhadap Islam, dengan ketakutan yang
tidak beralasan sama sekali, mereka terkena paranoid, seolah-olah bersatunya
Islam akan mengancam terhadap existensi mereka. Tentu ini pemikiran kerdil yang
harus diluruskan sebab besar dan bersatunya Islam dalam Jama’ah Muslimin dan
Imaam bagi mereka bagai pohon besar yang akan menjadi tempat bernaung yang
sejuk dan nyaman bahkan akan memberikan konstribusi positif terhadap siapapun
dan bangsa manapun. (Baca QS. Al-Fath 29) Islam diturunkan untuk menjadi rahmat
bagi alam semesta. Sebagaimana firman ALLAH ;
Artinya ; “Dan tidaklah Kami
mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam..”(QS. Al-Anbiya : 107)
Islam tidak pernah memaksakan
kehendak bahkan Allah sendiri menegaskan “La ikraha fidin“ tidak ada paksaan
dalam beragama, “Lakum dinukum waliyaddin“ .Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Saudara-saudaraku,
Melewati khutbah Idul Adha ini,
dengan semangat talbiyyah dan tauhid yang sama, dengan kebersamaan pakaian
ihrom yang sama, dengan putaran thawaf yang sama dan semangat wukuf umat
seluruh dunia yang beraneka warna kulit dan bahasa membahana melantunkan dzikir
dan pujian yang sama. Kita sadari bahwa hal ini mengisyaratkan kita sebagai
umat yang satu, satu aqidah satu jama’ah dan satu imamah.
Rasulullah shallallahu ‘laihi
wasallam bersabda :
Artinya : “Dari ibnu umar r.a.
berkata, Umar bin khattab di jabiyah, beliau berkata: “Hai manusia sesungguhnya
aku berdiri dihadapanmu sebagaimana berdirinya Rasulullah berdiri di hadapan
kami, beliau bersabda; “Wajib atas kamu berjama’ah dan jauhilah firqah, karena
sesungguhnya syetan bersama orang yang menyendiri dan ia dari dua orang lebih
jauh. Barangsiapa yang ingin bertempat tinggal di dalam syurga maka tetapilah
Al-jama’ah, barangsiapa yang kebaikannya menggembirakannya dan kejahatannya
menyusahkan ( hati ) nya, maka itu adalah mukmin.” ( H.R. At- Tirmidzi
IV/465-466 ).
Perjuangan besar untuk
mengamalkan kembali jama’ah dan imamah ini, hanya bisa terlaksana dengan
kekuatan bersama, kekuatan aqidah untuk berjuang menyongsong masa depan umat
yang gemilang dan cemerlang.
Hanya dengan mengikhlaskan niat
dan tekad serta semangat berjuang, mari kita bergerak maju dengan derap langkah
yang sama, satu aqidah dan satu qaidah dengan satu jama’ah dan imamah kita
tegakkan bersama kalimah Allah di muka bumi ini. Sebab hanya dengan wahyu ALLAH
Ta’ala bumi dan kehidupan ini akan menjadi barokah.
Saudara-saudaraku,
Mari dengan aqidah dan semangat
ukhuwwah, kita selesaikan bersama berbagai problema dan masalah umat.
Mari kita akhiri hidup
berpecah-belah dan berfirqah-firqah, kita sudahi hidup tanazu’ dan tafarruq
karena hanya akan menjadikan kita menjadi lemah, hina dan tak berdaya.
Mari dengan semangat berqorban
kita berjuang dan kita bina hidup berjama’ah dan berimamah sesuai dengan
teladan sunnah dan khiththah nubuwwah.
Mari kita satukan barisan,
luruskan shaf. Dan dengan Al-qur’an kita buktikan bahwa Islam mampu memberi
jawaban dan solusi terhadap krisis peradaban yang sedang melanda umat manusia
di abad ini!
Kaum muslimin dan muslimat
sekalian
Mari kita panjatkan do’a dan
munajat pada Allah swt dengan segala kerendahan hati.
Wahai Tuhan kami
Tiada seorangpun jua dapat
bersukur semesinya kepada-Mu, sebab kebaikan-Mu tidak terbatas.
Tiada seorangpun jua dapat thaat
setimpal dengan haq-Mu, meskipun sepenuh kekuatannya ia melakukan kehaatan itu.
Apabila Engkau memeberikan ridlo
dan maghfirah dan ridlo Engkau kepada seseorang, yang demikian itu hanyalah
semata mata karunia-Mu belaka.
Karena karunia-Mu sajalah Engkau
memberi pahala kepada hamnba-Mu yang tha’at.
Yang demikian itu karena Engkau
Tuhan Maha Pemurah dan Maha Pengampun.
Seluruh isi alam ini mengakui dan
merasakan keadilan dan nikmat karunia-Mu.
Seandainya tidak ada setan menggoda,
maka tidak akan ada pendurhaka di muka bumi ini.
Jika tidak ada penguasa durjana
dan orang-orang dzalim di atas bumi Engkau, sudah lama bani Adam ini hidup
bahagia dan bercahaya.
Jelas kemurahan Engkau terhadap
orang orang yang that maupun orang orang yang durhaka.
Kepada orang orang ynag that Kau
beri pahala berlipat ganda, padahal tiada berjasa.
Kepada orang orang yang durhaka
Kau beri tempo , padahal tiada berhak. Pahala besar Engkau berikan kepada 0rang
orang yang thaat untuk amal tak berarti, justru dikala ia masih banyak berutang
karena karunia-Mu melimpah ruah.
Orang orang durhaka tiada kau
balas serta merta, Kau beri dia tempo untuk taubat dan kembali tha’at.
Siapa gerangan lebih pemurah dari
pada Engkau, wahai Tuhan Ghafurur Rahim!
Siapa gerangan yang lebih celaka
daripada manusia durhaka, meski luas dan besar kemurahan-Mu sekalipun. Tidak,
tidak seorang pun jua.
Hanya kebaikan dan keadilan
sajalah daripada-Mu, rahmat dan sejahtera daripada-Mu, limpahkanlah kiranya ya
Allah kepada Muhammad dan umatnya.
Berilah kami apa yang kami cita
citakan, perkuatlah hidayah Mu kepada kami, sehingga tercapai kiranya keridaan
–Mu, ya Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang.
Berilah kami izzah, inayah dan
hidayah.
Buatlah kami ini menjadi umat
jamaah dan imaamah karena kesatuan aqidah.
Kepada Engkau sajalah kami
mempercayakan diri kami.
Jangan Engkau membiarkan kami
berjalan sendiri, dan lindungilah kami agar tidak menjadi umpan prmainan
musuh-musuh Engkau.
Wahai Tuhan kami !
Kepada Engkau sajalah Umat ini
mengadukan kelemahan dirinya, dan tak adanya harga mereka dalam pandangan
manusia, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari segala yang kasih sayang.
Wahai Tuhan kami !
Engkau adalah Tuhan dari kaum
yang lemah, Tuhan bagi manusia yang tertindas dibumi. Engkau adalah Tuhan kami,
pelindung dan pembela kami dunia dan akhirat.
Kepada siapa Engkau hendak
menyerahkan diri kami ?
Apakah kepada kaum yang penuh
dendam dan benci kepada kami, yang hendak melemparkan kami ke lembah kemusuhan
dan kehancuran ?
Wahai Tuhan kami !
Jika ujian dan derita ini bukan
karena murka-Mu kepada kami, legalah hati kami dan lapanglah dada kami.
Cukuplah iu unuk menguatkan jiwa
kami dalam menahan ujian dan menanggungkan penderitaan ini.
Jika Engkau murka kepada kami,
kami insaf, bahwa kemurkan Engkau adalah karena kesalahan kami. Tidak ada jalan
dan pilihan bagi kami, hanya bertaubat kembali kepada Engkau, kecuali kembali
mngharapkan ampunan, gelimang sayang dan curahan kasih dari pada Engkau semata.
Kami berlindung kepada nur-wajah
Engkau Yang Maha Karim, yang menyinari langit dan bumi dan memecahkan kegelapan
demi kegelapan, dan memperbaiki segala urusan kami didunia dan diakhirat.
Semoga engkau tidak murka kepada
kami, mudah-mudahan Engkau tidak memarahi kami.
Hanyalah kepada Engkau kami
menyerahkan segala cacat dan cela diri kami, sehingga Engkau berkenan mnerima
kami dalam pangkuan ridho-Mu.
Kalau tidak kepada Engkau O Tuhan
kepada siapa lagi kami hendak mengadukan nasib kami !
Kalau tidak kepada Engkau ya
Ilaahy, kepada siapa lagi kami hendak memulangkan urusan ini !
Kalau tidak kepada Engkau wahai
Rabby, kepada siapa lagi kami hendak memulangkan persoalan kami !
Rabbana, wahai Tuhan kami, ini
Umat Tauhid datang menghadap kepada-Mu. Kaki yang lemah dan muka yang penuh
dosa dan noda ini hendak datang juga mendekati Engkau.
Bukalah pintu maghfirah dan
ampunan engkau karena kami hendak masuk kedalamnya.
Masukkanlah kami kedalam
hidayat-Mu, gelimangilah kami dengan kasih sayang-Mu, curahilah kami dengan
kasih-Mu !
Lepaskan kami ke tengah dunia
sebagai ummat yang beraqidah, berjama,ah, dan berimamah yang Engkau ridhoi.
Berikan kami ruang hidup yang
bebas di dunia ini guna menegakkan kalimah-Mu.
Kami yang miskin dan papa ini,
hari ini sujud berlutut di bawah duli kebesaran Engkau, mohon di terima menjadi
hamba yang Engkau rahmati dengan perkenan ridho-Mu.
Tidak ada daya dan upaya, tak ada
tenaga dan kekuatan, hanyalah datangnya dari pada Engkau jua.
Wahai Tuhan kami !
Jangan Engkau menurunkan siksa
dan bencana karena kelalaian dan kealpaan kami.
Jangan Engkau menimpakan adzab
dan hukuman seperti yang pernah Engkau turun-turunkan kepada Ummat yang
terdahulu. Ampunilah segala dosa kami. Ma’afkanlah kami , santunilah kami.
Engkau adalah Tuhan dan Penolong kami.Tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir
itu.Amin ya Rabbal ‘Alamin.
