Oleh : Mulyana
Sudah merupakan sunatullah setiap generasi pasti akan mengalami pergantian, sebagaimana Allah firmankan dalam surat Yunus. Allah berfirman: ''Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.'' (QS 10: 14).
Generasi
pengganti akan menjadi generasi yang baik dan pilihan jika disiapkan dan
dibina dengan baik pula. Sebaliknya, generasi pengganti akan menjadi
generasi yang buruk jika disiapkan dan dibina dengan asal-asalan. Allah
mencontohkan proses pergantian generasi yang baik dalam firman-Nya:
''Dan
Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula
Ya'qub: 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini
bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.'
Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan maut, ketika ia berkata
kepada anak-anaknya: 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka
menjawab: 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu,
Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk
patuh kepada-Nya'.'' (QS 2: 132-133).
Berdasarkan kedua ayat di atas
ada dua hal yang harus dipenuhi agar generasi pengganti merupakan
generasi yang baik dan pilihan. Pertama, generasi pengganti akan menjadi
baik jika generasi pendahulunya pun merupakan generasi yang baik pula.
Sebaliknya,
jika generasi pendahulunya merupakan generasi yang buruk dan durhaka,
maka generasi yang lahir tidak akan jauh beda dengan pendahulunya. Allah
gambarkan karakter generasi yang buruk dalam firman-Nya: ''Maka
datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan
shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui
kesesatan.'' (QS 19: 59).
Kedua, generasi pengganti akan menjadi
generasi pilihan jika dibina, dididik, dan ditunjukkan jalan terbaik
yang harus diikutinya. Dalam konteks ini, orang tua merupakan faktor
dominan yang sangat menentukan. Selain itu, lingkungan dan pemerintah
pun bertanggung jawab dalam menciptakan sistem pendidikan dan pembinaan
yang baik. Allah menggambarkan karakter generasi pilihan dalam
firman-Nya:
''Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara
kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu
kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang
bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras
terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak
takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Itulah karunia Allah,
diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas
lagi Maha Mengetahui.'' (QS 5: 54). Dalam konteks kehidupan sebagai
bangsa, sejatinya kita merenungkan peringatan Allah dalam firman-Nya:
''Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah
Kami binasakan sebelum mereka, padahal telah Kami teguhkan kedudukan
mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan
kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami
jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan
mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka
generasi yang lain.'' (QS 6: 6). Wallahu a'lam bishawab
