Kalau ada orang yang bertanya, siapa sih orang yang
paling beruntung? Jawabannya adalah umat Islam. Iya, dibandingkan dengan
orang-orang yahudi, mereka adalah bangsa yang tersial dan paling buruk
nasibnya. Tentu kebusukan mereka bukan karena mereka tidak pernah gosok gigi,
melainkan karena perilaku mereka yang memang busuk. Hobi melanggar
aturan-aturan Allah. Bayangkan, nabi yang sudah jelas-jelas utusan Allah saja
mereka bunuh kok. Makanya wajar saja kalau mereka sampai sekarang juga hobi
membunuh kaum muslimin seperti bangsa Palestina dan negara Arab lainnya. Wajar
juga kalau mereka akhirnya dibenci oleh hampir seluruh orang di muka bumi.
Kenapa sih? Jawabannya lagi-lagi karena mereka memang biang kerok bencana di
dunia. Di dalam buku “Yahudi Menggenggam Dunia” dibeberkan kejahatan yahudi
internasional yang membuat mereka diburu di seluruh dunia.
Umat Islam adalah umat yang telah disebut oleh Allah
SWT sebagai umat yang terbaik. Allah pun telah menjanjikan pada mereka surga di
kehidupan nanti . selain itu secara materi tanah yang didiami kaum muslimin
benar-benar mengandung kekayaan yang melimpah ruah. Mulai dari kawasan timur
tengah sampai negeri kita ini mengandung ‘hatra’ terpendam. Seperti daerah
Timur Tengah menyimpan 66% cadangan minyak bumi
sedunia. Bayangkan, kira-kira unutk berapa kompor di rumahmu? Negara
Saudi Arabia, Irak, Iran, dan Kuwait memiliki 75% dari seluruh minyak di
kawasan ini (termasuk Afrika Utara) atau sekitar 50% dari minyak dunia.
Bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya 2,7% atau Inggris yang hanya 0,4%
menurut data di GIB Journal (Des, 1991). Jadi sebenarnya dunia Islam punya
kekuatan yang dahsyat. Pasti dong! Soalnya kamu-kamu kan tahu kalau minyak bumi
itu punya peranan yang demikian hebat. Bayangkan kalau semua sumur minyak bumi
di dunia ini kering, seketika mobil-mobil, mesin-mesin pabrik, tank-tank baja
dan pesawat-pesawat tempur atau sipil bakal teronggok menjadi barang tak
berguna dan menunggu jadi besi karatan.
Hal ini pernah terbukti. Pada Oktober 1973 saat
terjadi perang Arab-Israel. Saat itu –konon kabarnya- negara-negara Arab yang
ditukangi Arab Saudi dan Mesir mengembargo minyak untuk menekan Eropa dan
Amerika yang terlalu membela Israel. Konon, kondisi di dua benua itu sekarat
salama beberapa hari. Bayangkan, hidup tanpa bahan bakar.
Pendek kata, kenyataan itu menunjukkan kalau dunia
Islam itu sebetulnya bisa berkuasa kalau saja mereka mau melakukannya. Itu dari
potensi alam, belum lagi jumlah penduduknya diperkirakan ada sekitar 1,6 miliar
lebih jumlah umat islam di seluruh dunia. Bayangkan kalau mereka rame-rame
meludahi Israel misalkan, bisa jadi negeri zionis itu tenggelam, atau andaikan
mereka secara serentak melempari Israel dengan batu –seperti halnya intifadhah-
dijamin Israel akan jadi lautan batu. Artinya, mudah saja bagi kaum muslimin
untuk me’mites’ si bandel Israel.
Tapi ironisnya, umat yang punya potensi demikian besar
ternyata malah harus puas hanya menjadi bola pingpong barat. Minyak bumi yang
sebenarnya bisa menjadi senjata ampuh untuk menggertak barat ternyata malah
menjadi biang kerusuhan internal antar negri-negri Islam. Dengan begitu sama
sekali tidak ada pengaruhnya potensi tersebut dengan posisi mereka di dunia
internasional
Jadi minyak bumi yang seharusnya menjadi berkah bagi
pemiliknya malah menjadi bencana. Lho kok bisa begitu? Bisa aja dong kalau yang
punya adalah orang-orang yang tidak cerdas apalagi idiot. Buktinya, saat harga
minyak naik pada tahun 1973 yang menjadikan negara-negara penghasilnya punya
cadangan keuangan yang besar (petrodollars) mereka malah menanamkan uang
tersebut di negara-negara barat. Padahal, disanalah unsur-unsur yahudi
internasional punya pengaruh kuat. Akibatnya uang tersebut diputar dan
dipergunakan oleh barat untuk membiayai persenjataan Israel guna menembaki orang-orang
Arab sendiri. Hal ini muncul seiring dengan pemeo “bunuh orang Arab dengan uang
mereka sendiri.” Jadi sebenarnya bisa dibilang kalau Israel tegak atas
‘bantuan’ negara-negara Arab sendiri alias kaum muslimin. Sedih memang, terus
gimana dong? Pantengin terus ulasan berikut ini.
Kebangkitan adalah meningkatnya taraf berfikir. Jadi,
hanya orang-orang yang mau menggunakan aklanya sajalah yang dapat maju. Kalau
di kelas ada teman kamu yang kerjanya tidur melulu, nggak pernah nyimak
pelajaran, dijamin deh hasil ulangannya jeblok. Lalu kalau hasil ulangannya
ekselen juga? Berarti kamu kudu curiga kalau-kalau doi nyontek atau punya
satelit pengintai soal-soal ulangan. Nah, contoh teman seperti di atas adalah
contoh orang yang tidak pernah menggunakan akalnya, catet tu! Orang seperti itu
nggak akan pernah bangkit. Kelakuannya seperti hewan, walaupun dia anak orang
kaya yang punya fasilitas lengkap, punya personal computer (PC) yang super
canggih, bokapnya tengkulak kerupuk yang sohor di kampungnya, dan makanan doi
adalah makanan bergizi setiap hari, tetap saja dia nggak bakalan naik kelas
karena kemalasannya. Begitu pula nasib umat Islam saat ini. Meski potensi alam
dan manusianya berlimpah hanya sedikit dari mereka yang mau berpikir maju dan
lebih sedikit lagi yang mau berpikir maju dengan landasan aqidah Islam. Wajar
saja kalau lantas selalu ketinggalan kereta dibandingkan umat-umat lainnya
seperti Yahudi misalnya.
Karenanya kalau umat Islam mau maju, maka menurut
syeikh Taqiyuddin AnNabhani adalah dengan menjadikan Aqidah Islam sebagai
landasan dan tuntunan berpikir. Dengan kata lain harus terbentuk kehidupan yang
Islami, dimana pemikiran, perasaan, dan aturan-aturan yang dipakai dalam
kehidupan semuanya berasal dari Aqidah Islam. Atau dengan kata lain umat Islam
harus mandiri dan terbebas dari pengaruh-pengaruh dan campur tangan
bangsa-bangsa asing seperti PBB, NATO, Bank Dunia, IMF, dsb. Umat Islam harus
bersungguh-sungguh menolong agama Allah. Jangan merasa puas kalau sudah bisa
shalat lima waktu dengan benar, banyak shadaqah, puasa sunnahnya rajin … itu
belum cukup! Mereka harus mau berda’wah menegakkan kalimat Allah. Nah,
bagaimana mungkin Islam bisa tegak kalau kita-kita disini cuma sibuk main bola,
nonton pagelaran musik, main PS apalagi sampai ber’hot’ ria pacaran. Wah, nggak
bakalan datang deh pertolongan Allah kalau semua umat Islam begitu. Juga jangan
merasa bangga bisa berda’wah tapi masih nggak pake jilbab bagi akhwatnya, masih
memuja-muja Westlife apalagi diselingi
dengan acara ngerumpi. Pokoknya totalitas diri kita disumbangkan untuk
menegakkan kalimat-Nya
Barangkali kamu bingung, gimana caranya bisa
mengalahkan Israel, kan persenjataanya luar biasa canggih. Apalagi kalau mau
meruntuhkan Amerika, susah beneer! Ibarat semut melawan gajah. Eit, jangan
pesimis dulu. Ingat, bukankah segala urusan di tangan Allah. Sehebat apapun
makhluk di dunia tetap saja tunduk kepada Penciptanya. Iya nggak broer?
Buktinya Daud AS dengan pasukannya yang kecil bisa mengalahkan pasukan Jalut
yang banyak. Begitu pula ketika perang Badar, pasukan kaum muslimin cuma 300
orang, sementara pasukan kafir Quraiys ada 1000 orang dan bersenjata lengkap serta keahlian
berperang yang hebat. Tapi apa yang terjadi? Bisa kamu baca sendiri di buku
Sirah. Nah, itu semua membuktikan kalau Allah bakal menolong hamba-hambanya
yang mau berjuang di jalannya.
Seorang pakar analisis politik AS, Arthur krock
mengatakan “Saya dihantui rasa takut yang sangat bahwa masa kejayaan AS dan
keunggulannya sebagai adidaya yang tak
tertandingi di dunia akan menjadi suatu masa tersingkat dalam sejarah”
sedangkan pakar pengamat lain, Lawrence Gould meramalkan kehancuran dan
keruntuhan peradaban AS tidak akan lama lagi sejalan dengan hancurnya
kehormatan dan nilai-nilai moral yang kian ambruk di kalangan masyarakat AS
.pendapat para pakar itu bisa kamu temukan dalam buku “The Tragic Descent America in 2020) yang
ditulis oleh jenderal veteran AS, Hamilton Howze , 1994. Hamilton, melalui
pengamatannya terhadap kondisi politik, ekonomi, dan sosial masyarakat AS yang
kian porak poranda, meramalkan secara ilmiah bahwa pada tahun 2020 AS akan
sampai pada titik kulminasi terburuk yang menuju kehancurannya. Tentang kondisi
remaja AS bisa kamu dengarkan apa yang diungkap oleh seorang penulis kawakan
AS, Henry Wadsworth “Masa remaja datang hanya sekali. Sedangkan bagi beribu
anak-anak Amerika, masa remaja sama sekali tidak pernah datang, sebab masa
remaja mereka telah dirampas oleh berbagai macam kekerasan” Eropa gimana? Jelas
tidak jauh burknya dengan kondisi yang dialami oleh AS
Apalagi ada janji-janji dari Allah bahwa Umat Islam
kelak akan menguasai dunia. Firman Allah Ta’ala
“Dialah yang mengutus RasulNya dengan petunjuk dan
agama yang benar untuk mengalahkan seluruh dien (agama/ajaran)” (QS AlFath)
“Dan Allah sekali-kali tidak akan pernah memberi jalan
kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman” (QS AnNisa 141)
Tentu berharap sesuatu tanpa berusaha tanpa berusaha
jelas hanya angan-angan kosong. Karenanya Islam juga telah menyuruh kita untuk
berusaha menegakkan agama ini. Caranya? Ya berusaha dengan da’wah. Ingat,
da’wah itu bukan saja kewajiban para kyai atau ustadz-ustadz, tapi juga
kewajiban setiap muslim yang sudah aqil baligh. Maka kita juga termasuk
golongan yang wajib unutk memperjuangkan agama ini. Caranya tentu mengikuti
teladan Rasulullah. Tentu terlalu panjang kalau mau diuraikan disini, tapi
intinya kita sudah harus mempersiapkan diri menjadi pendekar-pendekar Islam
yang akan melawan musuh-musuh. Layaknya pendekar tentu ada padepokannya atau
ada dojonya. Nah, dojo para pendekar Islam adalah majlis-majlis ta’lim tempat kita mengais-ngais tsaqofah Islamiyah,
meramu jurus-jurus yang bakal kita mainkan nantinya. Maka, kamu kudu membina
diri dengan ilmu-ilmu keislaman, meluruskan niat dan barisan, dan mulai
senantiasa memikirkan kepentingan umat islam. Bagaimanapun juga harapan umat
Islam terletak pada tangan kita.
Secercah harapan kini kian mekar bahwa Islam akan
hadir kembali sebagai adidaya yang menyinari bumi yang membentang dari Afrika,
Amerika, Australia, Asia, hingga Eropa. Semua ini akan eksis apabila kaum
muslimin di seantero planet bumi ini bersatu dalam naungan Khilafah Islamiyyah.
Sementara AS dan sekutunya dengan Kapitalisme dan sekularistiknya akan rontok
an ambruk menyusul komunisme dan sosialistiknya yang telah lebih dulu terpental
mengenaskan
Nah, gimana? Jadi jangan lagi ada keraguan di antara
kita. Yang pasti, Allah tidak akan pernah menyalahi janjinya.
