Oleh;Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied
Al-Hilaaly
[1]. Kenyataan umat Islam
sekarang telah disifatkan dengan huruf-huruf tegas dalam As-Sunnah yang suci,
oleh karena itu hendaklah orang yang memandang amal Islami masa kini adalah
para Ulama Al-Kitab dan As-Sunnah dan tidak mereka meninggalkan kebijaksanaan
satu perkara karena pengalaman, akal dan ilham mereka. Oleh karena itu
keberadaan apa yang dinamakan ulama fiqih harokah (ulama pergerakan) atau
fuqaha waqi' (ulama fiqih kenyataan) yang tidak mengenal Al-Kitab dan As-Sunnah
adalah penjauhan para jama'ah yang bergerak di medan dakwah kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala dari sumber kemuliaan dan petunjuk mereka.
[2]. Diwajibkan kepada para Ulama
Al-Kitab dan As-Sunnah untuk mengambil peran dalam mengarahkan orang-orang yang
bekerja untuk kejayaan Islam, karena mereka pemimpin dan manusia terbaik umat
ini. Maka jika mereka bersandar kepada kekayaan dunia dan tidak ikut berperan
aktif, siapakah yang menghalangi badai bahaya tersebut dari para pemuda Islam
yang menatap dengan matanya demi kejayaan dan kepemimpinan Islam .?
[3]. Harus ada pemurnian Islam
dari Ad-Dakhan yang telah mengeruhkan kebersihannya dan telah mengotori
keindahannya agar kembali besinar bersih dalam baju risalah.
[4]. Harus ada pembinaan
(tarbiyah) generasi kebangkitan Islam, sebagaimana Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam membina generasi teladan (sahabat).
[5]. Harus ada kesungguhan yang
besar dari seluruh orang yang bergerak untuk Islam agar tercurahkan pada arahan
(orientasi) pembentukan jamaah muslimin yang menyatukan seluruh kaum muslimin.
[6]. Titik temu dan sasaran utama
orang-orang yang bergerak untuk kejayaan Islam dalam membentuk jama'ah muslimin
adalah marhalah kebaikan yang murni yaitu apa yang Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam dan para sahabatnya telah berada di atasnya.
Saya memohon kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala agar memberikan taufiq kepada orang-orang yang ikhlas dalam
membentuk jama'ah muslimin yang mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabatnya
agar bangkit kembali negara Islam mengibarkan benderanya dan pada waktu itu
kaum mukminin berbahagia dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Allah
Subhanahu wa Ta'ala adalah wali orang-orang yang shalih. Itu semua tidaklah
akan terwujud kecuali dengan mengikuti manhaj salaf.
[Disalin dari Kitab Limadza
Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy, edisi Indonesia Mengapa Memilih Manhaj Salaf
(Studi Kritis Solusi Problematika Umat) oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied
Al-Hilaly, terbitan Pustaka Imam Bukhari, penerjemah Kholid Syamhudi]
