Pelajaran
pertama yang diberikan pada anak dalam Pendidkan seks dalam Islam adalah
menanamkan rasa malu pada anak. Dalam arti, anak sejak dini harus diajarkan
tentang aurat dan kewajiban menutupnya. Tentunya orang tua juga harus
menjelaskan alasan mengapa baik laki-lai maupun perempuan diharuskan menutup
aurat dan batasan aurat laki-lai dan perempuan.
Pelajaran kedua
adalah menanamkan jiwa maskulinitas pada laki-laki dan feminitas pada
perempuan, jangan terbalik yaa …
Disinilah
dibutuhkan peran ayah dan ibu dalam
pemberian pendidikan ini. Bukan hanya ibu, tapi juga ayah.
Memang benar
para ibu adalah sekolah pertama bagi anak, tapi jangan lupa bahwa ayah adalah
kepala sekolahnya !!!
Ayah sebagai
kepala keluarga akan diminta pertanggungjawaban Allah terhadap akhlaq anak dan
istrinya !
Nah terkait
dengan pendidikan seks, baik ayah maupun ibu mempunyai peran sebagai role model
(tauladan) bagi anak-anaknya.
Penting untuk
memberikan contoh pada anak-anak tentang bagaimana lai-lai dan perempuan itu
bersikap.
Pelajaran ketiga
adalah memisahkan tenpat tidur mereka. Pada usia tertentu,anak sudah harus
dipisahkan tempat tidurnya. Pada prakteknya memang hal ini tidak mudah
dilakukan, banyak faktor menjadi kendala antara lain kebiasaan anak tidur
bersama orang tua menjadikan anak merasa tidak nyaman kalau tidur tanpa orang
tua (tidur sendiri). Banyak hal yang dapat dilakukan orang tua terkait dengan
kondisi ini antara lain menemani anak yang bersangkutan hingga tidur, kemudian
meninggalkan anak yang sudah tidur dikamarnya. Atau adanya kondisi rumah yang
hanya memiliki 1 kamar / ruangan saja. Dalam kondisi ini yang bisa dilakukan
adalah sekurang-kurangnya memisahkan selimut anak atau menutup aurat anak
sekalipun sedang tidur, misalnya dengan menggunakan celana panjang ketika tidur
dan lain-lain.
Pelajaran
keempat adalah mengenalkan waktu berkunjung / masuk ke dalam ruangan pribadi,
meminta ijin dalam 3 waktu aurat yaitu sebelum subuh, tengah hari dan setelah
isya. Sampaikan pada anak bahwa pada waktu-waktu tersebut adalah waktu
istirahat dimana orang pada umumnya menggunakan baju longgar atau terbuka
auratnya.
Penting bagi
ayah dan ibu untuk juga aware (peduli) / ingat untuk selalu mengunci pintu
kamar apabila melakukan hubungan suami isteri pada waktu-waktu tersebut dan
pastikan anak-anak sudah tidur.
Pelajaran kelima
dalam pendidikan seks anak dalam Islam adalah mendidik anak tentang merawat
kebersihan kelamin dan menjaga diri.
Sejak dini
anak-anak diajarkan tentang najis dan bagaimana membersihkan tubuhnya agar
terbebas dari najis. Anak laki-laki dan perempuan diajarkan oleh kedua orang
tuanya sambil diajarkan bahwa alat kelaminnya adalah bagian aurat, sangat
pribadi, tidak boleh diperlihatkan, dipertontonkan apalagi dipegang sembangan
atau tanpa tujuan yang jelas, antara lain misalnya dokter untuk memeriksa anak
yang bersangkutan apabila anak tersebut sakit di daerah kelamin itu pun harus
sepengetahuan orang tua.
Terkait dengan
menjaga diri, ajarkan anak untuk dapat mengetahui sentuhan yang boleh dan tidak
boleh serta sentuhan bahaya. Sentuhan yang boleh adalah sentuhan yang tidak
menyakiti sedangkan sentuhan yang tidak boleh dilakukan adalah sentuhan yang
menyakiti dan tidak dibenarkan oleh syari’at tentunya.
Sedangkan
sentuhan yang berbahaya dalah sentuhan yang sifatnya yang megarah pada tindakan
pada pelecehan hingga kekerasan seks.
Tanda-tanda
sentuhan yang berbahaya yang dapat diajarkan anak sejak kecil adalah :
1.
Sentuhan / perabaan
dilakukan berulang-ulang
2.
Sentuhan / perabaan
mengarah pada bagian tubuh pribadi
3.
Disertai bujukan / rayuan
Apabila anak
mengalami hal-hal diatas ajarkan anak untuk berteriak dan lari ke keramaian
atau tempat ramai, JANGAN AJARKAN ANAK UNTUK SEMBUNYI. Karena posisi anak akan
menjadi semakin rentan apabila anak sembunyi. Setelah sampai di keramaian,
ajarkan anak untuk dapat menceritakan hal yang dialaminya kepada orang dawasa
di sana.
Bantulah anak
untuk dapat mengenali tempat-tempat ramai di sekitar kita seperti misalnya pos
satpam, warung dan lain-lain.
Mari cegah
pelecehan dan kekerasan seks anak mulai sedini mungkin.
Parung Bingung –
Depok, 14 Desember 2015
Lucy Herny-
Islamic Parenting Consultant
facebook; lucy
herny
sms/wa;
0858-8271-8087
