Sobat muda muslim,
kayaknya banyak dari kita-kita yang nggak ngeh dengan sejarah Islam yang
gemilang banget. Abis kita kebanyakan baca buku-buku yang sebetulnya nggak
terlalu berpengaruh besar buat pengetahuan Islam kita. Informasi yang kita
dapatkan lebih benyak berita seputar kaum seleb. Sampe obrolan di antara kita
pun nggak jauh dari urusan gosip selebritis, sinetron, film, musik, dan seabrek
info sejenis. Akibatnya kita jadi males mikir yang berat-berat. Kayaknya, otak
kita jadi turun ke dengkul. Karena nggak pernah dipake mikir serius dan
bermanfaat.
Nah, ngomong-ngomong soal
kejayaan Islam, kita patut bersyukur. Karena kita ditakdirkan oleh Allah Swt.
untuk menjadi seorang muslim. Islam itu hebat lho. Mampu memimpin dunia ini
selama 14 abad tanpa henti. Sejak Rasulullah saw. memimpin dunia ini, sistem
kehidupan Islam baru ambruk tahun 1924. Dihancurkan oleh Musthafa Kamal At-Taturk
yang keturunan Yahudi itu bekerjasama dengan Inggris.
Peradaban lain nih, nggak
level deh. Sosialisme, termasuk Komunisme cuma bisa bertahan sekitar 70-an
tahun. 1917 Revolusi Bolshevic, awal tahun 90-an ambruk. Sampe-sampe grup rock
sekaliber Scorpion bikin lagu Wind of
Change yang ngetop itu. Mungkin sebagai bentuk “syukuran” kali ye? J
Termasuk yang lagi
sekarat sekarang ini adalah kapitalisme. Meski tampak sehat, tapi sistem
kehidupan yang mengatur kita saat ini udah keropos dan udah siap–siap akan
istirahat dengan tenang. Kita siapin aja kuburannya. Itu sebabnya, kita
songsong kebangkitan Islam. Kita sambut dengan hangat. Insya Allah, Islam akan
menghancurkan semua ideologi buatan manusia yang udah bikin sengsara dalam
kehidupan ini.
Sobat muda muslim, bicara
tentang masa lalu Islam, adalah sesuatu yang terindah. Orang Barat yang
berpikir obyektif bakalan muji-muji Islam lho. Betapa hebatnya Al-Quran yang
bisa membimbing manusia menjadi mulia.
“Tetapi hendaklah
diingat, bahwa Quran memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum muslimin
daripada Bibel dalam agama Kristen; ia bukan saja kitab suci dari kepercayaan
mereka, tetapi juga merupakan text-book
dari upacara agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan…Demikianlah,
setelah melintasi masa selama 13 abad Quran tetap merupakan kitab suci bagi
seluruh Turki, Iran, dan hampir seperempat penduduk India. Sungguh, sebuah
kitab seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa kini…”
(E. Denisen Ross, seperti dikutip dalam
buku Kekaguman Dunia Terhadap Islam)
Coba, orang Barat aja
mengagumi Al-Quran, masak kita males-malesan hanya untuk sekadar baca? Padahal,
di dalamnya terkandung banyak pelajaran, termasuk menuntun kita untuk bisa
menjadi yang terbaik dengan ilmu pengetahuan. Bener lho.
Sobat muda muslim, barangkali kitanya yang jarang bersentuhan dengan Al-Quran
dan juga Islam, hingga kita nggak menyadari kalo kita adalah umat yang mulia
dan berhasil memberikan pencerahan kepada umat lain.
Sumbangan Islam
Kita kudu bersyukur bahwa
Islam amat disegani sekaligus dipuji di seluruh dunia. Sampe-sampe Prof. G.
Margoliouth dalam De Karacht van den
Islam menuliskan, “Penyelidikan telah menunjukkan, bahwa yang diketahui
oleh sarjana-sarjana Eropa tentang falsafah, astronomi, ilmu pasti, dan ilmu
pengetahuan semacam itu, selama beberapa abad sebelum Renaissance, secara garis besar datang dari buku-buku Latin yang
berasal dari bahasa Arab, dan Quran-lah yang, walaupun tidak secara langsung,
memberikan dorongan pertama untuk studi-studi itu di antara orang-orang Arab
dan kawan-kawan mereka”
“Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu
pengetahuan, dan peradabannya yang tinggi,” komentar Jacques C. Reister.
Sobat muda muslim,
kekaguman dunia terhadap Islam, bukanlah basa-basi. Buktinya, Islam telah
melahirkan begitu banyak ilmuwan yang memberi jalan kepada penduduk dunia untuk
bisa menjadi yang terbaik. Dari segala bidang lagi. Dari akidah, syariah, sampe
iptek.
Di
bidang iptek khususnya, udah nggak keitung sumbangannya. Pernah dengar nama Al-Khawarizmi?
Nah, inilah penemu salah satu cabang ilmu matematika, Algoritma. Diambil dari
namanya, Al-Khawarizmi. Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi
(770-840). Pengaruhnya dalam perkembangan matematika, astronomi dan geografi
tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah. Pendekatan yang dipakainya menggunakan
pendekatan sistematis dan logis.
Beberapa bukunya
diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada awal abad ke-12, oleh dua orang
penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah
aritmatikanya, seperti Kitab Al-Jam'a
wal-Tafreeq bil Hisab Al-Hindi, Al-gebra,
Al-Maqala fi Hisab-Al Jabr wa-Al-Muqabilah,
hanya dikenal dari translasi berbahasa latin. Buku-buku itu terus dipakai
hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di
Eropa. Buku geografinya berjudul Kitab
Surat-Al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan kedalam
bahasa Inggris.
Selain beliau, masih ada nama yang patut disebut
sebagai penyumbang untuk dunia. Hmm.. bagi kamu yang udah ngelotok ngapalin
nama-nama ilmuwan Kimia dari Barat, kayaknya kudu malu deh. Sebab, ada
masternya yang diakui oleh dunia. Dialah Jabir Ibn Hayyan.
Ide-ide eksperimen Jabir
sekarang lebih dikenal sebagai dasar untuk mengklasifikasikan unsur-unsur
kimia, utamanya pada bahan metal, non-metal, dan penguraian zat kimia.
Di abad pertengahan
karya-karya beliau di bidang ilmu kimia--termasuk kitabnya yang masyhur Kitab Al-Kimya dan Kitab Al-Sab'een, sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa latin.
Terjemahan Kitab Al-Kimya bahkan
telah diterbitkan oleh orang Inggris bernama Robert Chester tahun 1444, dengan
judul The Book of the Composition of
Alchemy. Buku kedua (Kitab As-Sab'een),
diterjemahkan juga oleh Gerard Cremona. Lalu tak ketinggalan Berthelot pun
menerjemahkan beberapa buku Jabir, yang di antaranya dikenal dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances, dan Book
of Eastern Mercury.
Kamu suka mainin bola
dunia, alias globe? Nah, inilah orang yang berhasil membuatnya pertama kali.
Namanya Al-Idrisi, orang Barat menyebutnya Dreses. Al-Idris (1099-1166) dikenal
oleh orang-orang Barat sebagai seorang ahli geografi, yang telah membuat bola
dunia dari bahan perak seberat 400 kilogram untuk Raja Roger II dari Sicilia.
Globe buatan Al-Idrisi ini secara cermat memuat pula ketujuh benua dengan rute
perdagangannya, danau-danau dan sungai, kota-kota besar, dataran serta pegunungan.
Beliau memasukkan pula beberapa informasi tentang jarak, panjang dan ketinggian
secara tepat.
Sobat muda muslim, kagum
ya? Tenang, masih ada ilmuwan lainnya
yang kudu kamu ketahui. Nashiruddin Ath-Thusi, beliau adalah masternya ilmu
astronomi dan perbintangan. Ibnu Al-Haytsam jagoannya ilmu alam dan ilmu pasti.
Beliau menulis buku berjudul Al-Manazir
yang berisi tentang ilmu optik. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh
Frederick Reysnar, dan diterbitkan di kota Pazel, Swiss pada tahun 1572 dengan
judul Opticae Thesaurus.
Kamu perlu juga
berkenalan dengan Ibnu Rusyd, beliau adalah filosof, dokter, dan ahli fikih
Andalusia. Bukunya yang terpenting dalam bidang kedokteran ialah Al-Kulliyat yang berisi kajian ilmiah
pertama kali mengenai tugas jaringan-jaringan dalam kelopak mata. Masih di
bidang kedokteran, ada nama yang kayaknya kamu juga udah pernah denger, dialah
Ibnu Sina, orang Eropa menyebutnya Avicena. Beliau adalah pakar kedokteran.
Meninggalkan sekitar 267 buku. Al-Qanun
fi Al-Thibb adalah bukunya yang terkenal di bidang kedokteran.
Islam juga punya ahli
geografi ulung yang bernama Muhammad bin Ahmad Al-Maqdisi. Bukunya, Ahsan At-Taqasim merupakan buku geografi
yang nilai sastra Arabnya paling tinggi. Buku tersebut menguraikan tentang semenanjung
Arabia, Irak, Syam, Mesir, Maroko, Khurasan, Armenia, Azerbaijan, Chozistan,
Persia, dan Karman.
Kemudian ada Al-Kindi,
beliau adalah simbol kedigdayaan ilmuwan muslim. Jempolan dalam ilmu fisika dan
filsafat. Beliau bahkan mewariskan sekitar 256 jilid buku. 15 buku di antaranya
khusus mengenai meteorologi, anemologi, udara (iklim), kelautan, mata, dan
cahaya. Dan dua buah buku mengenai musik. Muhammad, Ahmad, dan Hasan—tiga keturunan
Musa Ibnu Syakir, menyumbangkan ilmu teknik pengairan dan matematika. Dan mengenai
dunia sejarah, filsafat, dan sosiologi, kudu mengakui sang maestro, Ibnu
Khaldun.
Sobat, kalo mau dirinci
lagi, wah, kayaknya nggak cukup deh buletin ini untuk menuliskan daftar nama
ilmuwan muslim yang udah banyak jasanya untuk dunia ini.
Dunia memang pantas
berhutang kepada Islam dan kaum muslimin, yang telah memberikan jalan untuk
meraih kebangkitan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Amat wajar dong kalo ilmuwan sekelas
Emmanuel Deutch berkomentar, “Semua ini memberi kesempatan bagi kami (bangsa
Barat) untuk mencapai kebangkitan (renaissance)
dalam ilmu pengetahuan modern. Oleh karena itu, sewajarnyalah jika kami selalu
mencucurkan airmata manakala kami teringat saat-saat terakhir jatuhnya
Granada.” Granada adalah benteng terakhir kaum muslimin di Andalusia yang jatuh
ke tangan bangsa Eropa yang kafir.
Sobat muda muslim, orang lain di luar
Islam saja mengagumi agama kita, masak
kita anteng-anteng aja, bahkan nggak kenal Islam dan kejayaannya. Malu dong.
Iya nggak?
Memang sih, nggak salah-salah amat
kita-kita jadi begini. Sebab, Barat udah berhasil memisahkan Islam dari
kehidupan kita. Akibatnya, kita jauh banget dengan Islam. Ironinya, banyak di
antara kita yang malah mengamalkan ajaran Barat yang kufur. Buwahaya!
Jadi, mulailah belajar
tentang Islam. Kalo males? Wah, kayaknya apa yang disampaikan Imam As-Syafi’i
patut kita renungkan, “Barangsiapa tidak memanfaatkan masa mudanya untuk
menuntut ilmu, maka bertakbirlah empat kali untuknya sebagai tanda
kematiannya.”
Nah
lho. Jadi, kita ngaji yuk!
