Nama sebenarnya adalah Muhammad
bin Muslim bin Abdullah, alim dan ahli fiqh. Al-Laits bin Sa’ad berkata: “Aku
belum pernah melihat seorang alimpun yang lebih mumpuni dari pada az-Zuhri,
kalau ia berbicara untuk memberi semangat, tidak ada yang lebih baik dari pada
dia, bila dia berbicara tentang sunnah dan al-Qur’an pembicaraanya lengkap“.
Ibnu Syihab az-Zuhri tinggal di
Ailah sebuah desa antara Hijaz dan Syam, reputasinya menyebar sehingga ia
menjadi tempat berpaling bagi para ulama Hijaz dan Syam.
Selama delapan tahun Ibnu Syihab
az-Zuhri ia tinggal bersama Sa’id bin Al-Musayyab di sebua desa bernama Sya’bad
di pinggir Syam. Disana pula ia wafat.
Ia membukukan banyak hadits yang
dia dengan dan dia himpun. Berkata Shalih bin Kisan:” Aku menuntut ilmu bersama
az-Zuhri, dia berkata: mari kita tulis apa yang berasal dari Nabi Shallallahu
alaihi wassalam, pada kesempatan yang lain dia berkata pula: “Mari kita tulis
apa yang berasal dari Sahabat”, dia menulis dan aku tidak. Akhirnya dia
berhasil dan aku gagal”.
Kekuatan hapalan dan kecermatan
az-Zuhri dapat disimak oleh Hisyam bin Abdul Malik pernah ia meminta untuk
mendiktekan kepada beberapa orang anaknya, dan az-Zuhri ternyata mampu
mendiktekan 400 hadits. Setelah keluar dari rumah Hisyam dan kepada yang
lainpun ia menceritakan 400 hadits tersebut. Setelah sebulan lebih ia bertemu
lagi dengan az-Zuhri, Hisyam berkata kepadanya “Catatanku dulu itu telah hilang
“, kali ini dengan memanggil Juru tulis az-Zuhri mendiktekan lagi 400 hadits
tersebut. Hisyam mengagumi kemampuan az-Zuhri,.
Kecermatan dan penguasaan hadits
oleh az-Zuhri membuat Amr bin Dinar mengakui keutamaanya dengan berkata :”Aku
tidak melihat ada orang yang yang pengetahuannya terhadap hadits melebihi
az-Zuhri”.
Az-Zuhri memang selalu berusaha
keras untuk meriwayatkan hadits, ada yang berkata bahwa az-Zuhri menghimpun
hadits jumlahnya mencapai 1.200 hadits, tetapi yang musnad hanya separuhnya.
Az-Zuhri meriwayatkan hadits
bersumber dari Abdullah bin Umar, Abdullah bin Ja’far, Shal bin Sa’ad, Urwah
bin az-Zubair, Atha’ bin Abi Rabah. Ia juga mempunyai riwayat riwayat yang
mursal dari Ubadah bin as-Shamit, Abu Hurairah, Rafi’ bin Khudaij, dan beberapa
lainnya.
Imam bukhari berpendapat bahwa
sanad az-Zuhri yang paling shahih adalah az-Zuhri, dari Salim, dari ayahnya.
Sedangkan Abu Bakar bin Abi Syaibah menyatakan bahwa sanadnya yang paling
shahih adalah az-Zuhri, dari Ali bin Husain, dari bapaknya dari kakeknya (Ali
bin Abi Thalib)”.
Ia wafat di Sya’bad pada tahun
123 H, ada yang mengatakan ia wafat tahun 125 H.
Disalin dari
Biografi az-Zuhri dalam Tahdzib
at Tahdzib : Ibn Hajar Asqalani 9/445;
Ahlulhadiits.wordpress.com
