Penulis: Ummu Raihanah
Saudariku ukhti
muslimah, semoga Allah merahmatimu. Fenomena wanita-wanita muslimah yang
berpakaian meniru pakaian wanita kafir telah menjadi trend dan model yang terus
digalakkan agar wanita muslimah merasa 'kikuk' dan malu ketika harus berjilbab
lebar dari atas kepala hingga ke mata kaki. Banyak wanita muslimah yang telah
terasuki pemahaman sekuler lebih memilih berpakaian modis dan trendy karena
takut dikatakan 'ketinggalan zaman'.Sehingga tak heran bila ada diantara mereka
yang berkerudung tapi ternyata belumlah sempurna. Maklum saja kerudung yang
mereka pakai ini hanya sekedar sebagai hiasan dengan ditambah pernak-pernik
yang malah semakin jauh dari syarat yang ditetapkan islam.Berkerudung dengan
tetap dibalut pakaian ketat yang menampakkan lekuk tubuh atau celana jeans
sudah bukan pemandangan asing bagi kita. Yang jadi masalah adalah apakah memang
pakaian yang seperti ini dibenarkan??
Agar kita tidak jatuh dalam kesalahan dan 'latah' dengan
mengikuti kebanyakan orang maka ada baiknya kita mengkaji satu hadits berikut
ini supaya pemahaman kita tentang kerudung yang modis dan trendy itu menjadi
jelas hukumnya. Haditsnya berbunyi sebagai berikut:
''Ada 2 kelompok penghuni neraka dari ummatku tetapi aku
belum pernah melihat keduanya yaitu : wanita-wanita yang berpakaian tetapi
telanjang, genit, kepalanya seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan
masuk surga dan tidak akan mencium baunya.Juga sekelompok laki-laki yang
membawa cemeti seperti ekor sapi, yang mereka gunakan untuk memukuli
hamba-hamba Allah “ (HR.Muslim)Hadits ini dikeluarkan oleh: Shahih Muslim
juz:VIII/155, Imam Ahmad juz II/440,dan Ash-Shahihah oleh Syaikh Al-Bani
no:1326.
Nah, mari kita simak penjelasan haditsnya. Sabda Rasulullah
shalallahu alaihi wassalam:”Sinfaani min ahlin naari min ummati ''= “Dua
kelompok ahli neraka dari ummatku'' yaitu : tidaklah berarti bahwa mereka itu (
2 kelompok tersebut) adalah orang-orang kafir yang kekal dineraka (karena masih
dari golongan ummat islam atau ummat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam)
Akan tetapi, mereka akan diazab dineraka dalam suatu masa tertentu yang hanya
diketahui oleh Allah kemudian mereka itu akan dimasukkan kedalam surga, karena
mereka masih mempunyai iman, akan tetapi siapakah yang dapat tahan dineraka ???
walaupun sekejap saja??!!! Nabi Muhammad telah mengabarkan kita bahwa seorang
manusia yang paling senang hidupnya selama didunia dimasukkan dalam neraka
dengan sekali celupan saja, maka ditanyakan kepadanya:''Apakah engkau merasakan
kesenangan dalam hidupmu?'' Ia menjawab :''Tidak!!saya tidak pernah merasakan
kesenangan barang sesaatpun!!'' Beginilah keadaan orang yang direndam ke neraka
dengan satu kali rendaman saja bagaimanakah halnya orang yang tinggal(bermukim)
dalam satu tempo tertentu dineraka???Sebagian ulama mengatakan bahwa: ''Mereka
itu kekal didalam neraka selama-lamanya apabila mereka memandang,mengatakan dan
menganggap bahwa apa-apa yang mereka lakukan itu adalah boleh atau halal''.
Saudariku ukhti muslimah,..perhatikanlah ancaman yang sangat
menyeramkan dan juga azab yang pedih itu bagi wanita yang merasa bangga dengan
kecantikannya dihadapan laki-laki yang bukan muhrimnya.Sejenak dia tampak
bahagia dan gembira padahal diakhirat kelak perbuatan itu merupakan satu sebab
diharamkannya masuk surga.
Baiklah sekarang kita akan membahas hadits diatas secara
terperinci agar ukhti semua faham apa yang diinginkan dari hadits tersebut.
Kata ''Kaasiyaat 'aariyat'' = wanita-wanita berpakaian
tetapi telanjang ; mengandung 2 pengertian:
1. Bahwa mereka menutup sebagian dari tubuh mereka dan
membuka sebagian yang lain.
2. Bahwa mereka itu memakai pakaian yang tipis atau
sempit(ketat) atau pendek.Mereka mengira bahwa mereka sudah berpakaian dengan
pakaian yang terbaik,sedangkan mereka dengan pakaian seperti itu telah berbuat kerusakan
terhadap diri mereka dan agama mereka sendiri.
Pada zaman kita ini, pakaian tabarruj (pamer aurat) seperti
yang disebutkan hadits diatas telah terjadi dalam segala kandungan makna yang
ada padanya dimana para wanita kita telah merasa berpakaian akan tetapi pada
kenyataannya mereka tidak berpakaian, mereka berlari dibelakang model-model
pakaian yang baru muncul dan mengikuti cara berpakaian orang barat yang
jelas-jelas kafir, mereka telah membuat kemarahan Rabb mereka dan mereka telah
merugikan diri mereka sendiri, betapa malang mereka itu dan bagaimanakah
kiranya perlakuan Allah terhadap mereka ketika mereka menemui-Nya nantinya??
Bahkan bentuk hijab(penutup aurat) wanita muslimah yang ada
pada zaman kita ini (yang mereka sebut dengan ''model muslimah'') adalah lebih
buruk dari pakaian wanita zaman jahiliyah,..ya..lebih buruk!!dengan alasan:Para
wanita zaman jahiliyah (sebelum kedatangan islam) adalah memakai pakaian yang
besar, lebar dan panjang yang tebal yang menutup seluruh tubuh mereka sedangkan
diatas kepala mereka ada kerudung panjang menutup kepala mereka, akan tetapi
ketika mereka keluar rumah, mereka menjulurkan sisa kerudung yang menutup
kepala mereka tersebut kepunggung mereka (menyelempangkannya kebelakang,bukan
kedepan) sehingga dada mereka tidak tertutup oleh kerudung mereka, jadi dada
mereka hanya ditutup oleh pakaian dasar yang tebal yang menutup seluruh tubuh
mereka saja. Maka Allah menyebut pakaian yang seperti ini dengan ''tabarruj ala
jahiliyatul 'ula''(berhiasnya ala wanita jahiliyah pertama), maka kemudian
Allah memerintahkan para wanita mukminat untuk menjulurkan atau menyelempangkan
kerudung tersebut diatas dada mereka dengan firman-Nya:
''Dan, Hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada
mereka''(An-Nuur:31)
Oleh karena itu kami mengatakan bahwa, pakaian wanita zaman
kita ini yang mereka sebut dengan ''model muslimah'' yang berasal dari
''shopping centre'' dari segi persyaratan pakaian wanita muslimah adalah LEBIH
BURUK dari pakaian wanita zaman jahiliyah.Jadi inilah, yang dimaksud dengan
''tabarruj'' yaitu: menampakkan sebagian dari perhiasan mereka (dada yang tidak
dijulurkan atasnya sisa kain kerudung yang menutup kepala mereka).
Adapun kata''al mumilat al-mailaat'' =berlenggak-lenggok
(genit/menarik kepada maksiat) dalam hadits diatas adalah berarti:
wanita-wanita yang berjalan dengan angkuh (tidak mengindahkan sopan santun),
melenggok-lenggok seperti jalannya wanita pelacur yang memancing kemaksiatan
dari laki-laki yang sudah rusak hatinya.
Kalimat hadits diatas yang berbunyi “ alaa ru’usihinna
mitslu asminatil bukhti” =Kepala mereka seperti punuk unta yang miring'' adalah
berarti : ''Bahwa mereka itu membesarkan rambut kepala mereka dengan
lipatan-lipatan atau topi model atau rambut palsu''
Imam Nawawi berkata tentang hadits diatas bahwa:”Hadits ini
adalah merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam,
karena apa-apa yang Beliau kabarkan tersebut telah terjadi,adapun makna dari
“Rijaalun ma’ahum siyaathun mitslu adznabil baqar= sekelompok laki-laki yang
membawa cemeti itu adalah para polisi”.(bila itu telah terjadi pada zaman Imam
An-Nawawi yaitu pada abad ke 7 hijriah atau semenjak 700 tahun yang lalu maka
ia pada zaman kita sekarang ini terlihat sangat jelas).1
Makna hadits dari “ Rijaalun ma’ahum siyathun mitslu
adznabil baqar yadhribuuna biha ‘ibaadullahi “ yaitu Sekelompok laki-laki yang
membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukuli hamba-hamba
Allah maksudnya adalah:
”Polisi akan menghukum rakyat tanpa disebabkan oleh suatu
kesalahan apapun. Rasulullah telah menyebutkan ciri-ciri mereka, yaitu; bahwa
mereka itu membawa cemeti-cemeti yang memedihkan yang akan mereka pukulkan
kepada manusia.Oleh karena mereka menyakiti manusia tanpa ada sebab alasan,
maka Rasulullah mengabarkan bahwa mereka itu adalah merupakan ahli neraka
dimana mereka berada dalam kemurkaan Allah ketika mereka berangkat dari rumah
dan ketika mereka pulang.Sebagaimana yang diriwayatkan dalam salah satu riwayat
Imam Muslim dari Abi Hurairah dimana Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam
bersabda:
“Hampir saja, sekiranya kamu panjang umur maka kamu akan
melihat sekelompok orang yang pada tangan mereka ada alat seperti ekor-ekor
sapi, mereka akan berangkat pagi dalam kemurkaan Allah dan mereka akan pulang
sore dalam kemurkaan Allah”.
Setelah membaca penjelasan diatas tentu pemahaman kita
tentang jilbab trendy ini menjadi jelas hukumnya bahwa ia bukanlah seperti yang
dikehendaki syari'at kita. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk berubah
dan memperbaiki keadaan kita.Amien.Wallahu’alambish-shawwab.
Footnote:
1.Kitab Shahih Muslim Syarhun Nawawi, juz 17 hal 90
Maraji:
1.Umur Umat Islam,Kedatangan Imam Mahdi dan Munculnya
Dajjal,Amin Jamaluddin, hal:210-213,Cendikia
2.Jilbab Wanita Muslimah,Syaikh Al-Bani, Pustaka Tibyan,
Solo
