Soal :Adakah dalil yang menerangkan tentang dua adzan pada waktu
shalat jum’at?
Jawab :Ada, diantaranya adalah hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam:
…………
“Dari
az-Zuhry dia berkata:Saya mendengar Said bin Yazid berkata:sesungguhnya adzan
pada hari jum’at pada permulaannya adalah ketika imam duduk pada hari jum’at di
atas mimbar pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Abu Bakar, Umar
Radhiyallahu 'Anhuma, maka ketika masa pemerintahan Utsman Radhiyallahu 'Anhu
dan orang-orang islam semakin banyak maka ia memerintahkan adzan ketiga pada
hari jum’at maka ia adzan di pasar az-Zaura’ maka tetaplah perkara yang
demikian itu”.(HR.al-Bukhary)
Keterangan:
1.Adapun sebab-sebab adanya adzan
pertama(adzan Utsman Radhiyallahu 'Anhu) adalah banyaknya orang-orang yang
rumah merekajauh dari masjid.
2.Adzan Utsman Radhiyallahu 'Anhu
tidak dilakukan di masjid akan tetapi di pasar az-Zaura’
Syaikh Nashiruddin al-Albany
berkata:Kami menganggap cukup dengan adzan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam yaitu satu kali adzan ketika imam keluar dan naik ke atas mimbar
karena hilangnya sebab-sebab yang mendorong Utsman Radhiyallahu 'Anhu menambah
adzan dan karena ittiba’ kepada sunnah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sedang beliau bersabda:”Barang siapa
membenci sunnahku mak tidaklah ia dari golonganku”.
Imam asy-Syafi’i berkata : “ Saya
suka apabila adzan pada Hari Jumat ketika imam masuk masjid dan duduk di atas
mimbar, maka bila ia ( imam ) sudah melakukannya mulailah mu’adzin untuk adzan,
dan apabila sudah selesai dia(imam) berdiri untuk khutbah, tidak lebih dari itu.(al-Umm
juz 1 hal.172-173 al-Ajwibah an-Nafi’ah hal. 11-12)
Kesimpulan :
1. Adanya dalil tentang adzan dua
kali.
2. Adzan pertama bertujuan
memberitahukan bahwa waktu Jum’at telah tiba.
3. Adzan pertama
dilakukan diluar masjid dan bila dilakukan didalam masjid maka itu bid’ah.
4. Lebih afdhol mengikuti sunnah Rosulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam yaitu satu ka;li adzan ketika imam masuk masjid
dan anik diatas mimbar.
Daftar Pustaka:
1. Shohih Bukhori Juz 1
hal.162-163.
2. al-Ajwibah an-Nafi’ah
al-Albany hal. 6-14.
